Arti Gada dan Tongkat-Mu

Dua hari yang lalu saat berkunjung ke situs GCM, tiba-tiba saja Penulis sangat tertarik dengan sebuah kolom yang menyadur pengajaran dari (Alm) Derek Prince yang membahas tentang ayat Mazmur yang berbunyi demikian:

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. (Mazmur 23:4)

Berikut di bawah ini merupakan paragraf terakhir yg menarik menurut Penulis sebagai penutup dari renungannya itu. Beliau menuliskan seperti di bawah ini:

Saya rasa dalam kehidupan ini kita seringkali harus berjalan melalui lembah kekelaman itu, misalnya pada waktu kita kehilangan seseorang yang kita kasihi, pada waktu kita kesepian atau jatuh sakit, pada waktu kita mendapatkan tekanan atau mengalami suatu kekecewaan. Tuhan tidak pernah berjanji bahwa kita tidak akan pernah melewati lembah semacam ini. Yang dijanjikan-Nya adalah bahwa Ia akan menyertai kita. Khususnya, Ia akan selalu menyediakan gada dan tongkat-Nya untuk mengiringi kita. Gada (alat pemukul) itu melambangkan disiplin dalam pengajaran Tuhan, sedangkan tongkat gembala (yang berbentuk melengkung pada ujungnya, red.) melambangkan pertolongan-Nya.

Perlu diperhatikan di sini, bahwa yang disebut terlebih dahulu adalah gada, baru sesudah itu tongkat. Memang, untuk dapat memperoleh pertolongan Tuhan kita harus terlebih dahulu tunduk kepada disiplin atau pengajaran-Nya. Atas dasar itulah kita pasti akan mengalami penyertaan Tuhan walau di dalam lembah yang paling gelap sekalipun.

Apa yang disebutkan (Alm) Dereck Prince di atas saya amin-kan. Sudah tidak sedikit Penulis mengalami hal-hal yang menyedihkan, mendukakan hati, mengalami kekecewaan, keputusasaan, dan sejenisnya. Tak dapat dipungkiri bahwa sebagai manusia biasa yang memiliki kelemahan, terkadang tak dapat menguasai diri, sehingga muncullah air mata, stress, merasa down, merasa tak ada pengharapan, dan sebagainya. Tentu hal ini tak mudah untuk ditangani dengan kekuatan sendiri sebagai manusia biasa tanpa adanya kekuatan yang datangnya dari Tuhan sendiri.

Dua tahun yang lalu Penulis mengalami stress berat. Suami tercinta sedang sakit berbulan-bulan yang sudah tak terbayangkan betapa hampir merasa tak ada pengharapan lagi. Namun Penulis diingatkan oleh sang adik, bahwa seperti biasanya, Penulis selalu kuat dalam mengalami pencobaan, maka adik Penulis mengharapkan hal yang sama. Saat itu Penulis terkesiap, disadarkan olehnya bahwa oleh karena sedang dirundung kesedihan yang tiada taranya, sehingga membuat Penulis menjadi hampir melupakan kekuatan Tuhan sebagai sumber dari segalanya.

Puji syukur kepada Tuhan, bahwa dengan sebuah kalimat saja yang datangnya dari sang Adik, Penulis dikuatkan kembali meskipun berjalan terseok-seok. Oleh karena anugerah-Nya, penyertaan-Nya yang terutama pada saat Penulis merasa jatuh tak berdaya, di sanalah Penulis sebenarnya sedang digendong oleh Tuhan, mempersilahkan Tuhan bekerja dalam masalah itu hingga sekarang Penulis telah melihat hasilnya yang sangat luar biasa.

Kunci berupa ‘gada’ dan ‘tongkat’ atau ‘disiplin dalam pengajaran-Nya’ dan ‘pertolongan-Nya’ tak dapat dipisahkan. Bagaimana pertolongan Tuhan akan datang apabila Penulis tak menjalankan pengajaran-Nya dengan baik?

Marilah kita semua sama-sama merenungkan, apakah kita umat-Nya ini telah berkenan kepada-Nya???? Tidak hanya mengharapkan pertolongan-Nya saja lalu kemudian melupakan pengajaran-Nya. Tentu hal ini tak akan membawa hasil alias sia-sia belaka.

Semoga renungan di atas memberikan berkat kepada kita semua.

Amin

Coatesville, 24 April 2008

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • bodytext
  • del.icio.us
  • Furl
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Reddit
  • YahooMyWeb
  • Ma.gnolia
  • NewsVine

4 Responses

  1. Icha Says:

    Kadang Icha juga gamau menerima pendisiplinan, tapi malah meminta penghiburan terus. Icha egois banget. makasih ya Fida, sudah mengingatkan. nice.

  2. Irwan Says:

    disiplin dimungkinkan bila memiliki iman yang kokoh.
    Iman yang kokoh didapat dari Rahmat yang telah disediakan Tuhan .
    Cara menerima Rahmat itu dengan menyambut Sakramen2 dan perbuatan Kasih .
    Setiap dosa menolak rahmat .
    selamt berjuang.

  3. juswan Says:

    Gada dan tongkat adalah sarana gembala untuk melindungi domba karena gembala sayang kepada dombanya.
    Gada dipakai untuk menggebuk serigala dan ular yang dapat membahayakan nyawa domba. Serigala akan memangsa domba, ular akan membuat domba sakit dan akhirnya mati olh bisanya.
    Tongkat gembala itu bengkok di bagian atasnya. Ia dipakai untuk menggait leher anak domba yang suka keluar dari rombongan. Gunanya supaya tidak sesat.
    Gembala Agung juga sama karakterNya bagi para anak domba peliharaanNya. Ia juga memakai gada dan tongkat untuk proteksi para domba dan bukan untuk menguji apalagi untuk menyakiti mereka. Alat-alat itu dipakai untuk musuh-musuh domba supaya raga maupun jiwanya terlindung.

  4. Budhi Says:

    Thanks Fida untuk renunganya, ini merupakan teguran buat saya untuk lebih serius menerima pendisplinanNya dalam keadaan apapun, pertolongan Tuhan pasti akan menyertai. In the love of Yesus (BP)

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.