Be Like Saul or Be like David ?

”Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana”

Amsal 19 : 21

Kita sering membaca nats di atas, tetapi seringkali kita melupakannya. Kita membuat begitu banyak rancanga-rancangan dalam kehidupan kita, dan kita terlalu sibuk untuk ”memaksakan” rencana-rencana kita untuk menjadi rancangannya Tuhan, sehingga pada saat rencana-rencana tersebuat tidak terjadi, kita sering menjadi kecewa bahkan marah kepada Tuhan. Begitu banyak Orang Kristen yang merasa bahwa Tuhan berhutang kepada mereka dengan pelayanan mereka, dengan kerajinan mereka untuk membaca Firman Tuhan, Berdoa dan berpuasa, sehingga mereka merasa bahwa apapun yang mereka rencanakan haruslah menjadi rencana Tuhan juga.

Dalam Alkitab kita mengenal 2 tokoh yang sangat fenomenal dimana tokoh yang satu memilih untuk keluar dari rencana Tuhan sedang yang lainnya memilih untuk tetap pada rencana Tuhan walaupun untuk menantikan rencanan Tuhan, ia harus hidup dalam begitu banyak persoalan dan permasalahan. Kedua tokoh tersebut adalah Saul dan Daud. Kita semua tahu bahwa mereka berdua adalah orang-orang yang diurapi oleh Tuhan untuk menjadi raja untuk menggenapi rencana Tuhan bagi bangsa Israel untuk memimpin bangsa Israel menjadi bangsa yang diberkati oleh Tuhan.

Saul terpilih oleh Tuhan untuk menjadi raja Israel untuk menggenapi rencana Tuhan memimpin bangsa Israel menjadi bangsa pilihan Tuhan. Tetapi di tengah perjalanan, Saul memilih untuk menuruti hawa nafsu dan keserahakannya dan keluar dari rencana Tuhan. Ia memilih jalannya sendiri, bahkan ia masih mencoba menipu Tuhan pada saat ditegur. Terkadang kita seperti Saul dalam kehidupan kita, kita lebih memilih untuk meninggalkan rencanan Tuhan dan berjalan dengan rencana kita sendiri, menuruti kedagingan kita, menuruti hawa nafsu kita. Terkadang rencana kita malah membuat kita melakukan hal-hal yang akhirnya malah mencelakai diri kita sendiri, sama seperti Saul yang mana karena perbuatannya membuat Tuhan meninggalkannya.

Di tengah-tengah persoalan hidup kita, kita sering merasa bahwa Tuhan tidak pernah memberikan yang terbaik untuk kehidupan kita.  Dengan begitu banyaknya persoalan dan problema yang menimpa kehidupan kita belakangan ini, kita merasa bahwa apa yang Tuhan merencanakan yang terburuk untuk kehidupan kita, terutama jika kita melihat bahwa orang-orang yang tidak mengikuti jalanNya Tuhan terlihat lebih diberkati atau lebih makmur dibandingkan dengan kita.  Begitu banyak dari kita akhirnya “memarahi” Tuhan dan menjadi kecewa kepada Tuhan sehingga akhirnya memilih untuk meninggalkan rencananya Tuhan dan mengikuti rencana kehidupannya sendiri.

Mari kita lihat Daud. Tuhan memilih Daud langsung untuk menggantikan Saul menjadi raja. Daud sudah mengetahui rencana Tuhan untuk menjadikannya sebagai raja. Tetapi jika kita mau baca lebih dalam lagi riwayat Daud, kita lihat bahwa ia hidup seperti seorang pelarian. Bahkan dalam 2 kali Daud memperoleh kesempatan untuk membunuh Saul, dia tidak melakukannya, karena dia lebih memilih untuk menantikan rencana Tuhan terjadi pada waktunya dan dia percaya bahwa Rencana Tuhan pasti tidak akan pernah gagal. Dia memilih untuk tetap bersama dengan Tuhan dalam rencananya Tuhan.

Seorang Daud yang harus hidup di gunung-gunung, dalam gua-gua dan padang gurun demi untuk melarikan diri dari Saul yang menginginkan nyawanya, tetap bisa bertahan untuk tetap pada rencanaNya Tuhan. Apakah persoalan dan problema kita bisa di bandingkan dengan kehidupan Daud atau pun Ayub, sehingga kita bisa mengatakan bahwa kita tidak memiliki kekuatan untuk melalui segala problema dan persoalan hidup kita ? Bukankan dikatakan : mintalah maka akan diberikan … maka kita bisa meminta kekuatan kepada Tuhan agar kita bisa melewati problema dan persoalan hidup kita.

Saya merasakan begitu besar kasih Tuhan dalam kehidupan saya. Pada saat saya membuat tulisan ini yang saya persiapkan untuk khotbah saya, sebenarnya saya memiliki tulisan lain yang saya rencanakan. Tetapi akhirnya saya berubah pikiran saya lebih memilih untuk menulis tentang rencana Tuhan ini. Bahkan saya mendadak suka menyanyikan lagu yang berjudul :ku tak akan menyerah. Sebelumnya saya tidak pernah menyanyikannya walau saya pernah tahu lagu ini dan pernah dinyanyikan di gereja. Ternyata tulisan ini malah menjadi kekuatan bagi diri saya sendiri. Seorang pendeta pernah berkata beda orang Percaya dan orang dunia dalam menghadapi masalah adalah bahwa orang Percaya sudah mempunyai jalan keluarnya terlebih dahulu sebelum masalah datang. Dan itu yang terjadi dalam kehidupan saya pada saat saya menulis khotbah ini.

Saya begitu ingin keluar dari pekerjaan saya yang terbaru karena saya merasa bahwa pekerjaan ini membuat saya stress, pekerjaan ini tidak sesuai dengan saya apalagi harus bekerja pada hari Sabtu. Saya meminta kepada Tuhan untuk membukan jalan dengan alasan bahwa karena pekerjaan ini menghalangi pelayanan saya di gereja, walaupun jika mau jujur, sebenarnya alasan yang terutama bukanlah itu, walaupun memang itu merupakan salah satu alasannya. Seakan Tuhan menjawab doa saya, hari Rabu saya di panggil untuk interview ke 2 kali di sebuah perusahaan property besar, dan puji Tuhan saya diterima langsung, bukan hanya gaji saya yang naik tetapi juga karir saya meningkat karena saya akan menjadi manager dan saya merasa berbahagia. Saya merasa bahwa ini adalah rencana Tuhan dan bahwa Tuhan begitu baik kepada saya dan menjawab doa-doa saya.

Tetapi apa yang terjadi kemudian ? Hari Jumat saya di telpon oleh asisten direktur dan dikatakan bahwa ternyata lowongan tersebut mau diisi oleh orang yang sudah dicalonkan oleh salah seorang investor dari perusahaan tersebut. Jadi dia meminta maaf bahwa untuk sementara ini, saya tidak jadi join dengan perusahaan mereka. Saya langsung down mendengar kabar tersebut. Saya sempat bertanya-tanya kepada Tuhan, kenapa Tuhan membiarkan hal ini terjadi. Kenapa Tuhan mencabut kembali berkat yang sudah diberikanNya ? Apakah pelayanan saya belum cukup ? Apakah selama ini saya mengorbankan waktu luang saya, memberikan seluruh kemampuan saya walaupun terkadang saya merasa sangat cape hanya untuk dikecewakan ? Saya merasa bahwa rencana Tuhan ternyata telah gagal dalam kehidupan saya.

Ternyata lagu yang sering saya nyanyikan selama seminggu itu, menjadi kekuatan bagi saya. Saya terus menyanyikannya, terutama bagian reff nya. Dan pada hari Sabtu, saat meneruskan khotbah ini, saya benar-benar diberkati. Ternyata, apa yang kita pikir adalah rencana Tuhan belumlah tentu itu rencana Tuhan. Saya di ingatkan bahwa pelayanan saya bukanlah untuk membuat Tuhan berhutang kepada saya, tetapi pelayanan saya adalah karena sayalah yang berhutang kepada Tuhan. Jika Daud bisa menunggu rencana Tuhan terjadi dalam kehidupannya walaupun dia harus melewati begitu banyak penderitaan, problema dan permasalahan dalam hidupnya, masakan saya yang hanya karena persoalan kecil seperti itu mau memutuskan meninggalkan rencana Tuhan ?

Biarlah kita bisa belajar seperti Daud, walaupun permasalahan dan persoalan datang silih berganti, janganlah kita menyerah seperti Saul, tetapi tetaplah menantikan rencana Tuhan untuk tergenapi dalam kehidupan kita. Terkadang kita merasa bahwa apa yang kita lakukan sudah merupakan yang terbaik yang bisa kita lakukan, tetapi sebenarnya itu belumlah yang terbaik menurut Tuhan, karena masih banyak yang melakukan yang lebih baik daripada kita. Janganlah pernah berpikir bahwa kita sudah melakukan yang terbaik, tetapi berpikirlah bahwa kita masih harus melakukan yang terbaik, sementara kita menantikan rencana Tuhan untuk tergenapi dalam kehidupan kita. Biarlah kita mengatakan kita tidak akan menyerah sebelum kita mencoba semua yang kita bisa, dan kita berserah kepada Tuhan, karena kita percaya bahwa rencana Tuhan pasti yang terbaik untuk hidup kita.

Tuhan Memberkati !!

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • bodytext
  • del.icio.us
  • Furl
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Reddit
  • YahooMyWeb
  • Ma.gnolia
  • NewsVine

One Response

  1. Yudhi Says:

    Mantep banget deh….
    I’m very touch by this article
    THX
    GBU

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.