Lukas 11:9
Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
Ayah saya adalah seorang yang biasa-biasa saja. Dia tidak memiliki kekuatan supranatural. Dia juga bukan peramal atau pun illusionis. Dia hanya seorang ayah yang hebat, seorang suami yang bijaksana dan seorang anak yang baik.
Suatu hari ada kegiatan gereja ke luar kota. Entah mengapa, ayah saya gundah dan bingung apakah akan mengikuti atau tidak. Langkah pertama yang dia lakukan ialah berdoa. Dia bertanya pada Tuhan, apa yang harus dilakukan, berangkat ataukah tidak. Pada akhirnya Tuhan membuat dia tidak berangkat pada hari di mana bus akan segera berangkat.
Selanjutnya, pada pukul 10.15, ayah saya merasa sangat tidak tenang. Dia lalu bertanya-tanya mengapa sampai merasa demikian. Akhirnya dia bertanya pada Tuhan. Dia berdoa dan tiba-tiba teringat pada rombongan teman gereja yang sedang berada di perjalanan menuju lokasi gathering. Dia lalu mendoakan mereka. Dia mengatakan pada Tuhan, apa yang sedang mereka lakukan. Tuhan memang tahu, dan dia tahu bahwa Tuhan tahu, namun dia tetap menceritakan bahwa teman- teman gereja sedang melakukan perjalanan tersebut. Dia meminta Tuhan menjaga mereka apa pun yang terjadi. Setelah berdoa dia pun tenang.
Tiga hari kemudian teman-teman gereja kembali dari perjalanan mereka. Saat mereka bertemu ayah saya. Mereka menceritakan pengalaman mengerikan yang terjadi pada hari pertama mereka berangkat. Bus yang mereka tumpangi mengalami keteledoran sehingga salah satu ban nya masuk ke jurang. Mereka hanya bisa berdoa sambil berharap untuk selamat. Ayah saya lalu bertanya pukul berapa hal itu terjadi. Mereka menjawab sekitar pukul 10.15. Peristiwa ini terjadi bertahun-tahun yang lalu, namun masih tetap saya ingat.
*****************************************
Tuhan memang mengerti apa yang terjadi pada kita. Tidak ada sedikitpun yang tidak Dia ketahui tentang kita. Kadang kala kita merasa bahwa Dia tahu dan kita tidak perlu mengatakan apa - apa lagi pada Nya. Namun sebenarnya Dia ingin kita berkata-kata padanya. Coba kita bayangkan, bagaimana perasaan kita saat kita memiliki anak namun anak kita tidak pernah mau berbicara dengan kita karena dia tahu bahwa kita mengerti segala keperluan dia. Kita merindukan suaranya dan merindukan saat – saat di mana anak kita mengandalkan kita bukan? Kadangkala ayah saya tahu bahwa saya membutuhkan sesuatu, namun karena saya tetap bungkam, maka dia pun tetap diam. Dia menunggu saya meminta padanya.
Saat Yesus menghadiri perjamuan di Kana, Dia mengetahui bahwa mereka kekurangan anggur. Namun Ibu Yesus memberitahukan kejadian itu padaNya. Ibu Yesus meminta pertolongan padaNya. Tuhan membantunya. Saat Yesus memberi makan lima ribu orang, terjadi percakapan antara Dia dengan murid – muridnya. Mereka berdiskusi tentang makanan apa yang akan diberikan pada lima ribu orang tersebut. Yesus sendiri tahu apa yang hendak dilakukanNya, namun Dia menguji muridNya. Dan murid-muridnya pun bercakap-cakap denganNya. Lima ribu orang itu pun makan dengan limpahnya. Keakraban yang menyenangkan dan menimbulkan rasa aman.
Banyak hal mungkin seringkali menjadi beban dalam hidup kita. Masalah-masalah yang menghimpit seringkali membuat kita hilang akal. Keberadaan seorang sahabat dalam hidup kita membantu kita melewati semuanya. Namun saat mereka tidak ada di samping kita, semuanya terasa berat dan seolah-olah kita tidak sanggup melewatinya. Kita malah lupa bahwa ada seorang sahabat sejati yang selalu siap mendengarkan kita saat kita ingin menceritakan sesuatu padaNya. Kadangkala kita kurang mempercayaiNya dan lebih memilih untuk menutup diri dariNya. Saat jalan kita buntu, kita tidak meminta pertolongan padaNya, malah kita mengandalkan diri sendiri.
24 jam sehari, 7 hari seminggu, 4 minggu sebulan, 12 bulan setahun, koneksi yang tidak pernah putus serta sinyal yang utuh melengkapi keistimewaanNya sebagai sahabat sejati. Luapan sukacita yang kita alami membuat Dia lebih bersukacita, luapan duka yang kita miliki membuat Dia berada di sana untuk menopang kita dengan segala kasih sayangNya. Dia setia menunggu kita di sana. Dia terbuka bagi kita semua. Dia menerima kita datang padaNya dan menceritakan suka duka kita. Dia siap memberikan solusi permasalahan itu untuk kita. Jangan berdiam diri. Katakan sesuatu. Beritahukan padaNya.
















