Sep 27

Lomba ini terbuka untuk siapa saja, baik pria ataupun wanita, tua ataupun muda, anak-anak, remaja, maupun dewasa, kaya ataupun miskin, berpendidikan ataupun tidak, berprofesi ataupun tidak, siapa saja dan tidak pandang bulu dapat mengikuti lomba ini dengan merebut total hadiah sebesar 1 M Rupiah.

Adapun jenis lombanya adalah mencari jalan Tuhan! Silahkan anda berlomba-lomba untuk mencari jalan Tuhan ini. Tidak ada persyaratan lain, karena sang Juri adalah Tuhan itu sendiri. Total hadiah 1 M, bukanlah apa-apa, itu masih hadiah tahap pertama. Sedangkan hadiah tahap kedua, adalah kedamaian hati bagi para Pemenangnya dengan hadiah tahap ketiganya, alias puncaknya adalah jaminan masuk ke kerajaan surga.

Apabila anda membaca judul di atas tanpa membaca keterangan di bawahnya, saya yakin anda akan langsung tertarik, minimal ingin tahu lomba macam apa yang sedang diselenggarakan. Setelah anda membaca keterangan di bawahnya, maka saya yakin akan ada dua kemungkinan, apakah anda akan tertarik untuk mengikuti lomba ini ataukah sebaliknya, dalam arti tidak akan mengikuti lomba ini. Alasannya tentu bisa bermacam-macam, mungkin merasa bahwa lomba ini hanya mainan saja, ataukah mungkin bingung dibuatnya, karena di sana tidak ada ketentuan-ketentuan lombanya dan siapakah Panitianya. Sang Juri adalah Juri tunggal dan si Pemilik Keputusan. Oleh karena tidak ada Panitia, maka apabila anda ingin menanyakan sesuatu tentang lomba ini, silahkan kirimkan pertanyaan anda langsung kepada Sang Juri.

Read the rest of this entry »

Sep 6

”Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana”

Amsal 19 : 21

Kita sering membaca nats di atas, tetapi seringkali kita melupakannya. Kita membuat begitu banyak rancanga-rancangan dalam kehidupan kita, dan kita terlalu sibuk untuk ”memaksakan” rencana-rencana kita untuk menjadi rancangannya Tuhan, sehingga pada saat rencana-rencana tersebuat tidak terjadi, kita sering menjadi kecewa bahkan marah kepada Tuhan. Begitu banyak Orang Kristen yang merasa bahwa Tuhan berhutang kepada mereka dengan pelayanan mereka, dengan kerajinan mereka untuk membaca Firman Tuhan, Berdoa dan berpuasa, sehingga mereka merasa bahwa apapun yang mereka rencanakan haruslah menjadi rencana Tuhan juga.

Dalam Alkitab kita mengenal 2 tokoh yang sangat fenomenal dimana tokoh yang satu memilih untuk keluar dari rencana Tuhan sedang yang lainnya memilih untuk tetap pada rencana Tuhan walaupun untuk menantikan rencanan Tuhan, ia harus hidup dalam begitu banyak persoalan dan permasalahan. Kedua tokoh tersebut adalah Saul dan Daud. Kita semua tahu bahwa mereka berdua adalah orang-orang yang diurapi oleh Tuhan untuk menjadi raja untuk menggenapi rencana Tuhan bagi bangsa Israel untuk memimpin bangsa Israel menjadi bangsa yang diberkati oleh Tuhan.

Saul terpilih oleh Tuhan untuk menjadi raja Israel untuk menggenapi rencana Tuhan memimpin bangsa Israel menjadi bangsa pilihan Tuhan. Tetapi di tengah perjalanan, Saul memilih untuk menuruti hawa nafsu dan keserahakannya dan keluar dari rencana Tuhan. Ia memilih jalannya sendiri, bahkan ia masih mencoba menipu Tuhan pada saat ditegur. Terkadang kita seperti Saul dalam kehidupan kita, kita lebih memilih untuk meninggalkan rencanan Tuhan dan berjalan dengan rencana kita sendiri, menuruti kedagingan kita, menuruti hawa nafsu kita. Terkadang rencana kita malah membuat kita melakukan hal-hal yang akhirnya malah mencelakai diri kita sendiri, sama seperti Saul yang mana karena perbuatannya membuat Tuhan meninggalkannya.

Read the rest of this entry »

Aug 26

Masih ingat skandal yang pernah terjadi di taman Eden ketika Adam dan Hawa jatuh dalam dosa gara-gara makan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat? Mari kita bandingkan firman yang diucapkan langsung oleh Tuhan (Kejadian 2:16-17) dengan firman Tuhan yang diucapkan Hawa untuk melawan godaan iblis (Kejadian 3:2-3).

Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”
(Kejadian 2:16-17)

Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”
(Kejadian 3:2-3)

Pada dua ayat di atas kita lihat terdapat beberapa perbedaan, ternyata Hawa tidak mengutip murni Firman Tuhan tetapi juga melebihkan atau menambahkan hal-hal yang tidak diucapkan Tuhan. Tuhan hanya berkata jangan makan buahnya tetapi Hawa berkata jangan makan ataupun raba. Tuhan hanya berkata pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat tetapi Hawa berkata buah pohon yang ada di tengah-tengah taman. Tuhan dengan tegas berkata bahwa mereka pasti mati pada hari mereka memakannya tetapi Hawa berkata mereka nanti mati bila makan ataupun raba buah itu.

Read the rest of this entry »

Aug 19

Puji syukur sampai hari ini saya masih bisa setia dengan janji saya untuk membaca Alkitab setiap hari, agar dalam setahun ini saya bisa menyelesaikannya dalam satu tahun. Saya menemukan suatu kisah dalam 2 Tawarikh 14 - 16 sebagai suatu kisah yang menarik dan umum terjadi dalam kehidupan kita sebagai orang Kristen. Dari nats-nats tersebut kita belajar sebagian dari kehidupan seorang raja Asa. Dalam 2 Taw 14 dan 15 kita melihat bagaimana Tuhan menjaga Raja Asa dengan memberikannya keamanan selama masa pemerintahan raja Asa, karena apa yang diperbuat oleh Raja Asa selama Pemerintahannya :

  1. Dia menjauhkan bukit-bukit pengorbanan dan memerintahkan bangsa Israel untuk setia mencari Tuhan.
  2. Dia pasrah kepada Tuhan pada saat kesulitan datang menghadangnya.
  3. Dia tulus ikhlas se-umur hidupnya.

Tetapi apa yang terjadi kemudian ? Pada 2 Taw 16 digambarkan bagaimana pada saat dia mengalami kesulitan lagi, dia tidak kembali kepada Tuhan, tetapi dia lebih memilih untuk bersandar kepada manusia. Bahkan lebih parah lagi, bahkan pada saat seorang hamba Tuhan mencoba memperingatkannya, dia malah sakit hati dan memasukkan hamba Tuhan itu ke dalam penjara.

Read the rest of this entry »

Aug 5

Aku menamainya: Jalan Cinta.

Bukan aku yang memberinya nama demikian. Tapi orang-orang itulah yang mengatakannya padaku. Kata mereka, Jalan Cinta sudah ada sejak mereka masih kecil. Sejak jiwaku dititipkan pada janin ibuku. Saat itu, penasaran aku seperti apa yang namanya Jalan Cinta. Kubayangkan Jalannya bersih. Tiada debu sama sekali. Di kanan kiri ada pepohonan rindang, karenanya tiap tarikan nafas jadi penuh rasa syukur. Tapi pepohonan saja tak cukup. Pasti ada bunga-bunga, yang berwarna-warni, yang beribu-ribu pula jumlahnya. Siang terasa nyaman, malam terasa damai. Persis seperti Surga. Tempat sebelum jiwaku ngendon dalam diri seorang manusia yang bernama perempuan. Ibuku.

Tetapi kenyataannya, Jalan Cinta itu rupanya seperti jalan biasa. Bersih juga tidak. Anak-anak debu dapat bermain sambil berlarian kesana kemari. Tiada pohon rindang yang bisa kusapa, hanya satu dua pepohonan menunggu datangnya musim semi. Dan lupakan tentang bunga. Aku tak tahu mengapa jalan itu dinamai Jalan Cinta.

Read the rest of this entry »

« Previous Entries