Kalau saya menyebutkan kata “penyembahan”, bayangan apa yang ada di benak anda? Tergantung pada latar belakang anda, mungkin anda pikir tentang kebaktian gereja dengan nyanyian / pujian, doa, dan mendengarkan khotbah. Atau anda mungkin pikir tentang upacara, lilin, dan perjamuan. Yesus menjelaskan tentang penyembahan yang sangat berbeda jauh dari perkiraan kita.
Suatu saat ada orang yang bertanya kepada Yesus, “Perintah manakah yg terpenting dari taurat?” Yesus menjawabnya dengan berkata,” Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” Perintah kedua adalah: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Matius 22:35-39)
Yesus mengatakan bahwa mengasihi Allah dengan segenap keberadaan kita adalah tujuan pertama dan utama dalam hidup manusia. Ini adalah penyembahan sejati. Penyembahan adalah mengasihi Allah,, Penyembahan adalah segala aspek kehidupan kita yang mendatangkan kesenangan bagi Allah. Semua hal lainnya, seperti musik, nyanyian, doa, dan lain-lain hanyalah sebagian kecil saja dari penyembahan. Penyembahan yang sejati adalah apa yang terjadi di dalam hati kita lalu kita mengekspresikan ke dalam tindakan-tindakan nyata dalam kehidupan.







