Oct 20

Kalau saya menyebutkan kata “penyembahan”, bayangan apa yang ada di benak anda? Tergantung pada latar belakang anda, mungkin anda pikir tentang kebaktian gereja dengan nyanyian / pujian, doa, dan mendengarkan khotbah. Atau anda mungkin pikir tentang upacara, lilin, dan perjamuan. Yesus menjelaskan tentang penyembahan yang sangat berbeda jauh dari perkiraan kita.

Suatu saat ada orang yang bertanya kepada Yesus, “Perintah manakah yg terpenting dari taurat?” Yesus menjawabnya dengan berkata,” Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” Perintah kedua adalah: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Matius 22:35-39)

Yesus mengatakan bahwa mengasihi Allah dengan segenap keberadaan kita adalah tujuan pertama dan utama dalam hidup manusia. Ini adalah penyembahan sejati. Penyembahan adalah mengasihi Allah,, Penyembahan adalah segala aspek kehidupan kita yang mendatangkan kesenangan bagi Allah. Semua hal lainnya, seperti musik, nyanyian, doa, dan lain-lain hanyalah sebagian kecil saja dari penyembahan. Penyembahan yang sejati adalah apa yang terjadi di dalam hati kita lalu kita mengekspresikan ke dalam tindakan-tindakan nyata dalam kehidupan.

Read the rest of this entry »

May 7

Sebuah gedung sekolah di desa kecil yang dilengkapi dengan perapian batu bara kuno yang berbentuk belanga. Seorang anak laki-laki kecil bertugas untuk hadir pagi-pagi sekali di sekolah untuk menyalakan api serta menghangatkan ruangan sebelum guru dan teman-temannya masuk.

Tanpa disadarinya, api yang dinyalakannya terlalu besar sehingga membakar sekolah. Anak laki-laki itu pingsan dan ia pun ditarik keluar dari bangunan yang terbakar. Ia mengalami luka bakar yang parah di seluruh bagian bawah tubuhnya dan dengan segera dibawa ke rumah sakit terdekat. Dari tempat tidurnya, anak laki-laki itu mendengar secara sayup-sayup apa yang dikatakan dokter kepada ibunya. Dokter itu mengatakan bahwa kemungkinan anaknya untuk hidup sangat tipis sekali, yang sesungguhnya merupakan hal yang terbaik untuknya, karena kalau anaknya hidup, maka dia akan menjadi cacat untuk separuh tubuhnya. Namun anak pemberani itu mengeraskan tekadnya, ia yakin akan hidup dan sembuh seperti semula.

Akhirnya ia keluar dari rumah sakit, dengan tidak memiliki kemampuan untuk menggerakan kakinya sedikitpun. Lalu setiap hari ibunya memijat kaki kecil anaknya itu, namun di sana tidak ada rasa, tidak ada control, tidak ada apapun. Namun niatnya untuk berjalan tetap sekuat dulu. Hari-harinya menjemukan. Bila tidak sedang berada di tempat tidur, ia terkurung di kursi rodanya. Pada suatu hari yang cerah ibunya mendorong kursi rodanya menuju halaman agar ia dapat menghirup udara segar. Hari itu, bukannya duduk terpaku di situ, ia melemparkan diri dari kursi roda. Ia menyeret dirinya sendiri melintasi rerumputan , menarik kedua kakinya di belakang tubuhnya. Ia menyusuri jalan menuju tiang pancang berwarna putih yang membatasi bidang tanah mereka.

Read the rest of this entry »

Feb 6

Sebuah suku Indian memiliki cara yang unik untuk mendewasakan anak laki-laki dari suku mereka. Jika seorang anak dianggap cukup umur untuk didewasakan, maka ia akan dibawa pergi oleh seorang pria dewasa yang bukan sanak saudaranya dengan mata tertutup.

Anak laki-laki tersebut akan dibawa jauh menuju hutan yang paling dalam. Ketika hari sudah sangat gelap, tutup mata sang anak dibuka, dan orang yang menghantarnya akan meninggalkannya sendirian. Anak itu akan dinyatakan lulus dan diterima sebagai pria dewasa, jika ia tidak berteriak atau menangis hingga malam berlalu.

Malam akan menjadi begitu pekat, sehingga sang anak tidak dapat melihat telapak tangannya sendiri - begitu gelap dan sang anak begitu ketakutan. Hutan mengeluarkan suara-suara yang menyeramkan, auman serigala, bunyi dahan bergemerisik, membuat ia semakin ketakutan. Namun ia harus tetap diam - tidak berteriak atau menangis. Ia harus berusaha agar lulus dalam ujian. Satu detik terasa berjam-jam, satu jam serasa bertahun-tahun lamanya. Ia tidak dapat melelapkan mata sedetikpun. Keringat akan mengucur deras dari tubuhnya.

Read the rest of this entry »

Jan 23

Kita selalu menghendaki semua permohonan kita dijawab sekarang, padahal Allah menghendaki kita menunggu agar kita dapat bertumbuh dan makin dewasa sehingga kita siap untuk menerima berkat yang kita minta.

Sebagai orang percaya, kita diberi hak istimewa untuk tetap menikmati damai sejahtera sementara menunggu. Kita puas karena mengetahui bahwa Allah sedang mengajar kita untuk mengandalkan Dia dan bersandar kepada-Nya.

Read the rest of this entry »