Jul 25

Akhir pekan ini rencana untuk pergi berbelanja dengan mengajak putri bungsu saya merupakan waktu yang kami berdua tunggu-tunggu bersama. Memang sudah lama tak mengajaknya berbelanja oleh karena kesibukan saya.

Sesudah sarapan pagi dengan blueberry pancake yang saya buat sendiri, bersiap-siaplah kami berdua untuk berangkat. Putri saya sangat senang dan saya sendiri pun turut senang melihatnya. Rencana pun saya susun dengan tujuan pertama adalah fotokopi untuk keperluan book signing bulan depan di perspustakaan lokal, kemudian langsung berbelanja. Saya katakan juga kepadanya bahwa setibanya dari berbelanja, akan saya ajak ke perpustakaan lokal untuk mengembalikan buku-buku yang dipinjam sekaligus menyerahkan beberapa flyer book signing ke direktur perpustakaan.

Di tengah jalan, di perempatan lampu merah sekitar 200 meter dari rumah, tiba-tiba mobil yang saya tumpangi mendadak mogok. Saya hidupkan kembali dan berjalan lagi tetapi mogok lagi semenit kemudian, begitu selanjutnya beberapa kali terulang hingga akhirnya saya putuskan untuk kembali pulang. Saat memutuskan akan memutar mobil menuju rumah, mesin mobil mogok terus beberapa kali hingga saya khawatir tidak akan sampai ke rumah dengan segera. Handphone pun tertinggal di rumah sehingga saya pun tak dapat menelepon untuk memberitahukannya kepada suami. Saya katakan kepada putri saya bahwa pagi itu rencana untuk berbelanja saya batalkan yang membuatnya menjadi kecewa.

Read the rest of this entry »

Apr 4

Easter Light

I see the cross
there is a deep darkness
nobody wants to come

I see the empty grave
there is a life
everybody is looking for

His resurrection is a sign
there is no darkness
but lightness

Everybody who believes in Him
can come to meet His Father
without any condition
only trust in Him
live in Him
follow His path
nothing we have to pay
it is free
because He had paid full for us
with His blood and love

Happy Easter!

Coatesville, April 3, 2010
by
Fida Abbott

Dec 24

Dua hari menjelang Natal tahun yang lalu, Penulis memiliki pengalaman yang mengesankan. Saat itu ramalan cuaca, baik di televisi dan informasi cuaca online menyebutkan bahwa badai salju akan menerjang dengan suhu di bawah tiga puluh dua derajat Fahrenheit (beberapa derajat di bawah suhu es). Wal-Mart, tempat kerja Penulis sudah mulai tampak sepi menjelang pukul enam malam. Biasanya ratusan customer datang untuk berbelanja, namun malam itu suasana sudah sangat lengang. Rekan-rekan sekerja yang bertugas malam hari hingga dini hari sudah mulai menelepon untuk absen diri, sedangkan rekan-rekan lainnya sudah banyak yang meninggalkan pekerjaan menjelang pukul tujuh malam.


Saat itu Penulis masih bertahan untuk tidak meninggalkan pekerjaan hingga pukul delapan lewat tiga puluh menit waktu Pennsylvania. Beberapa rekan ada yang bersedia tinggal di tempat kerja dan para Manager sudah bersiap sedia untuk tinggal hingga dini hari. Itulah salah satu resiko dan bentuk tanggung jawab para Manager mengingat tempat kerja Penulis tetap buka selama dua puluh empat jam sehari dan tujuh hari dalam seminggu walau badai salju menerjang sekalipun.

Tanpa berpikir bahwa badai salju telah berselang lebih awal, Penulis mengenakan seluruh perlengkapan, dari scarf, kaos tangan dan jaket khusus musim dingin. Ternyata udara di luar sangat super dingin – di luar dugaan Penulis. Salju sudah turun cukup lebat walau permukaan jalan masih belum tertutup salju. Hanya berjalan sekitar tiga puluh meter dari pintu masuk menuju ke mobil, tangan Penulis sudah terasa dingin dan kaku. Sialnya, sewaktu Penulis berusaha membuka pintu mobil, ternyata tidak dapat dibuka. Penulis mencobanya berulang kali tetapi tetap tidak dapat dibuka padahal seingat Penulis, mobil tersebut biar pun keluaran sepuluh tahun yang lalu tidak bermasalah sedikit pun.

Read the rest of this entry »

Jul 28

Saya percaya sebuah pesan yang berbunyi ‘Hormatilah Kedua Orang Tuamu!’ bukanlah kalimat yang asing kita dengar, bahkan merupakan bagian dari perintah dan pesan khusus yang Tuhan berikan kepada umat-Nya.

Suatu hari suami saya bercerita tentang bagaimana ayahnya meninggal dunia di ‘Nursing Home’ dan dia berpesan agar apabila dia sudah tua nanti dan mungkin sakit-sakitan, agar saya tak akan mengirimkannya ke ‘Nursing Home’.  Dia tidak ingin seperti ayahnya yang menikmati sisa hidupnya di tempat asing yang jauh dari anggota keluarganya.

Read the rest of this entry »

Feb 27
Love in your marriage

Love in your marriage

Beberapa bulan yang lalu seorang rekan di tempat kerja menanyakan sesuatu kepadaku  saat jam istirahat.  Suatu pertanyaan yang aneh, dan tidak terduga sebelumnya.  Dia bertanya demikian, “Apa yang kamu takutkan dalam hidup perkawinanmu?”  Spontan saja aku menjawabnya, “Kematian.”  Dia termangu-mangu dan tampak sedikit bimbang dengan ucapanku.  Melihat responnya, langsung saja aku bertanya balik kepadanya dengan pertanyaan yang sama, “Bagaimana denganmu?  Apa yang kamu takutkan dalam hidup perkawinanmu?”  Aku melihat sedikit ada rasa khawatir dalam sikapnya. Dia pun akhirnya menjawab pertanyaannku dengan sedikit keraguan, “Perceraian.”  Aku terdiam sesaat setelah mendengar jawabannya, sambil mencoba menikmati secangkir kopi ber-cream di depanku.  Aku menghela napas.  Dalam kebisuan bersama akhirnya aku mencoba memecahkan keheningan itu.

Pertanyaanku berikutnya bisa jadi sedang ditunggunya, atau malahan menjadi momok baginya karena mau tidak mau dia paling tidak akan menceritakan sedikit permasalahannya.  “Ada apa dengan kehidupan perkawinanmu?” pertanyaanku lirih tetapi cukup menhentaknya.  Sedikit terbawa emosi tampaknya, ia pun spontan berkata, bahwa dia sudah tak ada rasa cinta lagi kepada suaminya.  “Lho, kok bisa?  Memangnya cintamu sudah dikemanakan?” tanyaku lagi menyelidik.  Akhirnya rekanku tersebut menceritakan apa adanya.  Tentu tidak terlalu mendetail, karena jam istirahat akan berkahir, tetapi paling tidak aku sudah mendapatkan kesimpulan penyebabnya.

Read the rest of this entry »

« Previous Entries