Jul 29

For God loved the world so much that he gave his one and only Son, so that everyone who believes in him will not perish but have eternal life. (John 3: 16)

Misi secara harafiah berarti pengutusan untuk melakukan suatu tugas. Belakangan ini kata misi sepertinya kembali menjadi kata favorit di dunia kekistenan. Gereja-gereja sedang menargetkan pertumbuhan jumlah pengikut Kristus di dunia ini. Beberapa punya maksud tulus yakni meneruskan amanat Yesus, sedang yang lain melakukannya demi memperbanyak jumlah anggota jemaat mereka. Terlepas dari maksud dan motivasi, bisa dipastikan sebagian besar orang Kristen memang memikili beban untuk membagi berita Gospel (- dari kata ‘Good Spell’ kabar baik) atau God’s Pill ( obat bernama Tuhan) kepada dunia. Tulisan ini bertujuan untuk menantang asumsi yang ada selama ini mengenai apa dan bagaimana misi sebaiknya dilaksanakan. Penulis tidak memaksakan pembaca untuk setuju sepenuhnya dengan isi tulisan, namun lebih mengundang untuk memikirkan ulang konsep-konsep yang pembaca punya selama ini.

Contoh terbaik untuk mempelajari misi adalah dari Allah sendiri. Bapa di surga telah mengutus Anak-Nya Yesus ke dalam dunia untuk melaksanakan suatu tugas, yakni penebusan manusia. Oleh karena itu bisa dikatakan bahwa Yesus adalah Misionaris terbesar sepanjang sejarah. Melalui cara Bapa mengutus Yesus ke dalam dunia seperti yang diuraikan dalam Yohanes 1 : 9-14 kita bisa belajar mengenai prinsip-prinsip utama dari misi dan penginjilan. Sebenarnya misi sendiri tidak jauh-jauh dari Yes-(it’s)-Us.

Read the rest of this entry »

Jul 20

Berbincang-bincang dengan orang Kristen membahas tentang Yesus bisa terkadang menggelikan. Banyak kali lawan bicara saya berbicara dengan berapi-api tentang Yesus yang mereka kenal. Herannya saya merasa mereka sedang membicarakan Yesus yang lain dari yang saya kenal lewat Alkitab. Yang membuat saya bertambah heran ialah banyaknya orang yang tidak mengenal Jesus of the Bible, melainkan hanya mengenal Jesus of the Mythology.

Ada kawan yang menggambarkan Yesus sebagai pribadi baik yang akan mengabulkan semua permintaan kalo kita adalah orang Kristen baik-baik, tidak memiliki catatan kejahatan, tampan atau cantik, dan terutama ialah rutin mengembalikan persepuluhan. Kalau doa kita tidak terjawab, penyebabnya pasti tidak jauh-jauh dari kurang iman atau ada dosa tersembunyi yang belum dibereskan. Kalau ternyata yang bersangkutan tidak terlihat kurang gizi (baca: iman) maka mungkin saja Tuhan sedang menyuruh dia menunggu waktu Tuhan. Yesus seperti ini sangat senang memberkati umatnya dengan berbagai hal yang luks seperti rumah baru, mobil baru, dan segala hal yang ‘stylish’ dari Tuhan yang ‘cool’ dan berselera baik. Celakanya gambaran Yesus seperti itu lebih menyerupai Santa Claus di kebudayaan barat dan Budai di kebudayaan Timur dibanding Yesus yang ada di Alkitab. Gambaran tersebut menekankan pada posisi Tuhan sebagai pemberi keinginan manusia dengan prasyarat, yakni apakah anda disukai oleh Dia?.

Read the rest of this entry »