Dec 31

Saat membaca renungan pagi ini, saya merasa terjamah sekaligus tertampar. Bukan karena saya telah melakukan suatu kesalahan yang besar, tetapi karena saya telah melakukan suatu kebodohan yang besar.

Renungan pagi ini menceritakan tentang seorang pendeta yang bernama George Muller. Dalam renungan yang saya baca tersebut dikatakan bahwa dia tidak menemui kesulitan dalam mengetahui kutipan mana yang berasal dari Alkitab dan kutipan mana yang bukan berasal dari Alkitab. Salah satunya yaitu kutipan yang berasal dari Ayub 5:7, “melainkan manusia menimbulkan kesusahan bagi dirinya, seperti bunga api berjolak tinggi.” Dalam versi bahasa inggrisnya “Yet man is born to trouble as surely as sparks fly upward”. Kata-kata yang jarang saya baca. Bukan hanya jarang saya baca, namun mungkin saat membacanya, saya melakukannya dengan asal-asalan, sehingga saya sendiri tidak menyimak, hanya sekedar mengejar waktu menghabiskan bacaan Alkitab selama setahun. Read the rest of this entry »

Dec 21

Minggu kemarin, aku dengar khotbah tentang apa sih yang di rasakan oleh Yusuf dan Maria mulai dari saat mereka diberitahukan mengenai kehamilan Maria sampai dengan kelahiran Yesus di kandang domba.

Aku jadi berpikir, jika aku jadi Maria atau Yusuf, pasti aku akan shock dan setelah itu aku akan membayangkan bahwa kelahiran bayi tersebut akan dirayakan dengan wahh dan megah. Bayangkan seorang Raja akan lahir dalam keluarga aku. Tetapi ternyata, kenyataannya sama sekali berbeda. Maria dan Yusuf harus berada di kandang domba, yang notabene pasti sangat tidak nyaman, bau dan berbagai permasalahan lainnya. Dan kelahiran tersebut tidak dirayakan dengan megah, tetapi hanya gembala, orang Majus dan para binatang yang datang untuk menengok Yesus. Tetapi Maria dan Yusuf tetap gembira menyambut kelahiran Yesus dan bersyukur.

Read the rest of this entry »

Dec 21

Apa yang ada di benakku saat itu di kala akan memasuki bulan Desember pertama kalinya di negeri Paman Sam yang mayoritas penduduknya adalah Nasrani? Tentu merupakan sesuatu yang membuatku tak dapat menanti kira-kira bagaimana situasi dan kondisi (sikond) menjelang Natal. Bagaimana tidak? Read the rest of this entry »

Dec 20

“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” –yang berarti: Allah menyertai kita.

Imanuel, Allah beserta kita. Ia datang bukan hanya untuk orang-orang hebat. Ia tidak datang hanya untuk orang-orang yahudi, atau para petinggi agama.

Ia datang buat orang-orang berdosa, buat orang-orang yang termarjinalkan dalam kehidupan dunia. Kaum gembala bukan orang-orang yang dianggap punya status dalam masyarakat saat itu. Mereka hanyalah kaum marjinal… namun kepada merekalah malaikat mengabarkan kedatangan Yesus. Not just that. Yang datang menemui Yesus selain gembala adalah orang- orang Majus. Orang-orang Majus ini merupakan kaum non Yahudi yang datang dari bangsa Persia dan merupakan orang bijak (atau imam?) beragama Majusi.

Read the rest of this entry »

Dec 12

Terkadang aku suka mendengar anak-anakku mengeluh “Aduhh .. maa, sampe kapan sich Sciali harus belajar ? Kenapa sich Rakali mesti belajar terus ??”. Kadang-kadang aku juga suka berpikir kapan yah manusia akan bisa berhenti belajar ? Terkadang aku merasa bahwa kehidupan ini sendiri sudah begitu berat, apakah harus kita menambahkan stress lagi dalam kehidupan kita untuk belajar ?

Aku yang sejak kecil sudah menjadi Kristen selalu berpikir bahwa sudah cukup aku ke gereja hari Minggu, berdoa sebelum makan, sebelum tidur. Aku berpikir yang penting aku tidak berbuat jahat, berarti aku sudah menjadi Kristen yang baik, yang sudah mempunyai hak untuk menerima berkat dari Tuhan. Tetapi ternyata semuanya itu salah.

Read the rest of this entry »

« Previous Entries