
Kita sudah sering mendengar kalau manusia adalah makhluk sosial. Tidak ada manusia yang sanggup hidup seorang diri, termasuk juga Adam, manusia pertama. Meski dia memiliki sebuah taman surga di bumi lengkap dengan binatang-binatang lucu dan buah-buahan yang enak dimakan, dia masih merasakan sebuah kekosongan di dalam hati dia. Meskipun hadirat Tuhan menyertai hari-hari Adam, hidupnya merasa merana ketika dia tidak memiliki seseorang manusia lain yang dapat ia ajak berbagi. Itulah sebabnya mengapa Allah membawa Hawa kepada Adam, seorang yang adalah tulang dari tulang Adam dan daging dari daging Adam sendiri.
Bayangkan jika anda baru saja menang lotere sebesar 1 Milyar Rupiah, namun siapapun yang anda ceritakan tentang kemenangan anda ini malah memberikan wajah tidak bersahabat dan mencacimaki anda. Hal tersebut bisa membuat anda menjadi sangat putus asa dan hal yang seharusnya memberikan kebahagiaan malah berubah menjadi sebuah kesedihan. Bayangkan juga perasaan anda ketika dokter memvonis anda terkena kanker, namun teman-teman anda berkumpul di sekitar anda, memeluk dan memberikan semangat. Hal yang seharusnya membawa kesedihan pun berubah menjadi sebuah optimisme dan semangat hidup. Kita butuh orang lain untuk saling berbagi baik dalam hal suka maupun duka.Kekosongan di hati kita tidak bisa dilampiaskan dengan uang dan harta yang banyak. Banyak yang ingin menjadi kaya, kuat, berpengaruh, dan menarik dengan motivasi yang paling mendalam ialah kerinduan akan persahabatan. Banyak yang menyangka dengan uang dan kuasa di tangan kita, kita bisa membeli keintiman. Ini terjadi sebelum kita menyadari kalau kita tidak dicintai oleh siapapun dan bahwa kita cuma diperalat oleh orang lain yang ingin mengambil keuntungan dari kita. Dalam hal ini pun kita tahu bahwa kesepian bisa melanda semua orang, besar kecil, tua muda, kaya miskin, menarik atau tidak menarik.







