Yesus menekankan pentingnya keotentikan kasih kita sebagai orang Kristen dalam apa yang saya sebut ‘3 Pertanyaan’. Renungan ini ditulis untuk membahas 3 pertanyaan mengejutkan yang Yesus berikan kepada murid-muridNya yang juga kepada kita. Pertanyaan-pertanyaan yang Yesus ajukan memiliki nilai esensi yang sangat dalam. Pertanyaan-pertanyaan ini diajukan Yesus agar kita merenungkannya dan menjawabnya dalam kejujuran dan kepolosan iman kita. Apakah kita siap menjawab ketiga pertanyaan Yesus tersebut yang merupakan surat cintaNya pada kita? Sebuah peringatan dari saya sebelum kita memulainya: Pertanyaan Yesus sangat berbahaya.
Pertanyaan pertama di gambarkan dalam Yohanes 1:29-39. Suatu hari di Sungai Yordan, seperti biasa kita bisa menemui Yohanes Pembaptis sedang berkhotbah dan membaptis mereka yang bertobat. Yohanes Pembaptis pada waktu itu memikiki beberapa murid setia yang selalu menyertainya kemanapun ia pergi. Siang hari itu, lewatlah Yesus dari Nazaret, yang baru saja dibaptis oleh Yohanes pada hari sebelumnya. Melihat Yesus, Yohanes berkata kepada kedua muridnya untuk menatap Sang Anak Domba Allah. Kedua murid Yohanes, dimana salah satunya adalah Andreas yang akan menjadi salah satu dari 12 Rasul, meninggalkan Yohanes di Sungai Yordan dan berjalan mengikuti Yesus di belakang.
Kita semua mengalami seperti yang dialami kedua murid tersebut. Kita mendengar ajakan dari orang lain yang telah lebih dahulu mengenal Tuhan untuk mengikut Yesus, Sang Anak Domba. Kita semua telah meninggalkan masa lalu kita di belakang tanpa tahu akan apa yang akan kita hadapi di depan untuk mengikuti Yesus. Kita merasa puas membuntuti dari belakang tanpa mengganggu perjalanan Yesus, hingga suatu ketika, saat yang penuh goncangan itu tiba. Kedua murid itu membuntuti Yesus diam-diam, hingga akhirnya Yesus berpaling dan bertanya sebuah pertanyaan penting kepada mereka.
Read the rest of this entry »