Tahun lalu merupakan tahun dengan banyak peristiwa mengejutkan, menyedihkan dan menyenangkan buat saya. Tahun-tahun sebelumnya juga demikian dan saya yakin bahwa tahun ini juga akan terjadi seperti itu. Mulai dari teman dan saudara yang sakit, bencana alam, sampai rumitnya permasalahan rumah tangga.
Saat kita diam, tidak ada masalah, semua terlihat baik-baik saja. Namun saat timbul satu masalah, tiba-tiba masalah lain ikut mendongkrak masalah utama sehingga kelihatannya masalah yang kita hadapi semakin banyak. Dan kita, seringkali kita menyalahkan diri sendiri, atau bahkan menyalahkan Tuhan. Saat tidak ada masalah, kita bersyukur pada Tuhan dan mengagumi karya Tuhan. Namun, saat masalah itu timbul, kita tidak bersyukur dan menganggap bahwa Allah diam. Kita mengeluh tentang permasalahan kita dan ingin Dia segera membereskannya untuk kita, namun kita tidak berbuat apa-apa. Kita ingin Dia berbuat sesuatu yang ajaib dan spektakuler pada kita, namun kita tidak berusaha dan hanya berpangku tangan.
Beberapa hari yang lalu saya berbincang-bincang dengan salah seorang teman dekat saya. Kami sedang merencanakan langkah-langkah apa yang akan diambil untuk masa yang akan datang. Saya lalu tiba-tiba teringat akan ucapan salah seorang di gereja yang mengatakan bahwa rencana kita bukanlah rencana Tuhan. Saya tahu bahwa Tuhan merencanakan segala sesuatu. Saya juga tahu bahwa keputusan yang saya ambil juga tidak terlepas dari rencananya. Semua ada di tanganNya. Sekalipun saya merencanakan yang baik-baik, belum tentu itu terjadi, karena jika memang tidak mendapat persetujuan dari Tuhan, maka segala rencana saya akan gagal. Sebaliknya, sekalipun saya merencanakan yang buruk-buruk, belum tentu juga itu akan terjadi, karena belum tentu Tuhan setuju dengan rencana saya tersebut.






