May 27

Filipi 2:14: Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan

Menjadi pecinta Tuhan bukanlah hal yang mudah. Beberapa orang malah hidup lebih menderita daripada sebelumnya. Mungkin hidupnya yang lama, sebelum menerima Tuhan, mereka baik-baik saja. Semua serba indah, tidak ada masalah. Namun setelah dia menerima Tuhan dalam hatinya, dia mulai dihadapkan dengan suatu situasi yang membuat dia kecewa, atau malah merasa tidak berdaya.

Jadi pengikut Kristus bukan berarti semua akan baik baik saja dan selalu bahagia. Bahkan jika kita hidup sehari-hari dengan saudara dan saudari seiman pun, kita juga dapat merasa tersandung, atau malah, menyandung. Disadari atau pun tidak, kadang tindakan atau kata-kata kita menyinggung orang lain. Mungkin kita tidak bermaksud untuk berbuat demikian, namun hal itu terjadi.

Read the rest of this entry »

May 27

Masih bisa ingat kah kita waktu pertama kali kita lahir baru dan mengasihi Kristus dengan kasih mula-mula kita? Apa saja yang kita lakukan saat itu sebagai wujud ekspresi cinta kita pada Kristus? Yuk kita coba bagi-bagi kisah ini dengan satu atau dua orang yang ada di sekitar kita saat ini.

Kalau saya, tidak banyak yang saya ingat tentang kisah cinta mula-mula saya dengan Kristus. Saya hanya menjadi lebih rajin untuk berdoa, membaca kitab suci, terbenam dalam pengajaran rasul-rasul dan memperbanyak waktu berkumpul dalam komunitas orang percaya. Rasanya tidak ingin melewatkan sedetik pun tanpa memikirkan atau membahas kasih Kristus yang begitu dahsyat dalam hidup ini. Setiap waktu yang saya lalui terisi dengan senandung ucapan syukur. Hal-hal sederhana mampu membuat saya tersungkur di hadapan Kristus untuk mengucap syukur. Semuanya benar-benar terlihat menakjubkan bagi saya yang saat itu baru saja mengalami kasih mula-mula. Namun sebagai manusia, ada kalanya saya mengalami kejenuhan dan saat-saat seperti itulah saya harus benar-benar waspada karena kasih tersebut sangat rentan untuk luntur atau berkurang kadar antusiasnya.

Mari kita coba baca di kitab Wahyu 2:2-7. Ayat 4 dan 5 sangat menempelak hati saya ketika saya mendalami maknanya.

Read the rest of this entry »

May 22

Image Menyimak musibah gempa pada hari Senin tanggal 12 Mei 2008 yang berkekuatan “8.3 Skala Richter” di kawasan pegunungan yang jaraknya sekitar 100 km dari kota berpenduduk 10juta jiwa, di Chengdu, ibukota provinsi Sichuan - China. Setiap hari non-stop beritanya di TV lokal CCTV menceritakan 1001 kisah-kisah yang menyentuh, dan didalamnya pula kita dapat melihat rasa solidaritas kemanusiaan dan penanganan musibah yang terkoordinasi dengan sangat baik. Dari banyaknya kisah yang diliput, ada satu kisah yang ingin saya bagikan yang menunjukkan betapa satu nyawa itu sungguh berharga. Tentara-tentara muda dan relawan tak kenal lelah menyisir puing-puing reruntuhan bangunan, mengambil mayat-mayat dan mencari-cari orang-orang yang masih bisa tertolong nyawanya.

Suatu ketika seorang regu penyelamat seperti biasa memanggil-manggil kalau-kalau ada korban yang masih hidup tertimbun di reruntuhan bangunan. Dan suatu ketika mereka menemukan ada seorang gadis belasan tahun yang telah tertimbun beberapa hari dan masih dalam keadaan bernyawa, dengan susah payah mereka mengeluarkan gadis ini dari timbunan itu, dan ajaib setelah beberapa hari tertimbun, gadis ini masih dalam keadaan yang lumayan sehat. Ketika menyambut gadis ini keluar dari reruntuhan itu, salah seorang regu peyelamat menyanyikan lagu “Happy birthday to you….” kemudian diikuti teman-temannya yang lain, mereka menyanyikan lagu itu dengan tepuk-tangan. Saya yang sedang menonton TV saat itu agak heran mengapa mereka menyanyikan lagu ini? Dan seketika itu juga saya mengerti sekaligus trenyuh karena dalam nyanyian itu ada suatu dasar filosofis yang dalam yang keluar dari mulut sekumpulan orang-orang muda yang menjadi regu penyelamat. Bahwa mereka sedang merayakan nyawa gadis yang tertolong itu sebagai perayaan bahwa gadis itu telah “born again”, hari itu “ia dilahirkan lagi”. Pantaslah mereka menyanyikan lagu “Happy birthday to you….”. Gadis itu tersenyum dan menangis, diantara relawan juga ikut menangis haru menyambut “hari lahir” yaitu hari keselamatannya. Mereka bertepuk tangan merayakan satu nyawa yang tertolong.

Read the rest of this entry »

May 18

Seorang saudari seiman pernah berkata pada saya,

God is too wise to be mistaken

God is too good to be unkind

So, when you don’t understand,

When you can’t see his plan

And when you can’t trace His hand

TRUST HIS HEART.

Saat saya membacanya kembali, saya merasa malu. Bukan karena saya malu karena saya tidak bijaksana, bukan juga malu karena saya tidak baik, namun saya malu dengan kadar kepercayaan saya. Saya mungkin sering mengungkapkan bahwa kita harus percaya pada Tuhan, percaya bahwa segalanya akan menjadi baik, percaya bahwa dia mengasihi kita dan Dia akan memberi yang terbaik, percaya bahwa Dia mengasihi kita, namun saat keadaan berubah, saya bimbang.

Saat cobaan menghadang saya, saya merasa ragu. Di satu sisi, saya berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa Allah adalah lebih besar dari apapun. Saya juga sering melakukan self affirmation pada diri sendiri. Saya mengatakan, “Semua akan baik-baik saja, kamu akan melewati semua ini, Tuhan ada di pihakmu”. Memang saya mengatakannya. Mulut saya mengucapkannya berkali-kali. Namun rupanya hati saya tidak.

Read the rest of this entry »

May 14

Saya tidak menyukai pekerjaan rumah tangga. Saya selalu memimpikan menjadi seorang wanita karir yang tidak perlu mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci piring, mencuci baju, menyapu, dan sebagainya. Saya ingin mencari uang dan membayar seorang asisten rumah tangga untuk melakukannya. Itulah keinginan saya.

Orang tua saya memiliki pandangan yang berbeda. Mereka selalu mengajarkan bahwa seorang wanita pasti akan masuk dapur. Dengan kata lain, seberapa keras usaha kita dan seberapa besar tenaga yang kita keluarkan untuk menghindari pekerjaan rumah tangga, kita akan tetap ke sana dan mengerjakannya. Lebih lebih lagi saat kita memutuskan untuk membangun rumah tangga dengan pasangan kita. Atau dengan kata lain, saat kita sudah menikah.

Tidak, saya tidak akan membahas tentang rumah tangga. Saya juga tidak akan menceritakan tentang bagaimana cara-cara membangun rumah tangga yang baik. Tentu saja, karena saya belum menikah dan belum ada pemikiran yang benar-benar matang ke arah sana. Saya hanya ingin membagikan sedikit kisah saya tentang apa yang dinamakan ketaatan.

Read the rest of this entry »

« Previous Entries