May 13

Yang Maha Tahu
kutak dapat memahami
saat ‘Jangan!’
Engkau katakan kepadaku
kuingin tuntaskan segala perkara
tanpa menunggu terlalu lama
aku tahu apa yang kurasa

sekali lagi Engkau berulang ‘Jangan!’
apakah maksud-Mu?
aku ingin pergi ke arah sana
namun Engkau tunjukkan ke arah lain
aku tak memahami
apakah maksud-Mu?
Read the rest of this entry »

May 10

Sekarang saya lagi suka-sukanya dengan lagu iklan semen Holcim itu.. Disetiap kesempatan saya dapat mendendangkan sebuah lagu, engga peduli itu dikamar, dikantor bahkan dikamar mandi sekalipun, saya akan menyanyikan lagu ini. Keberatan kalau saya menyanyikannya sekali lagi disini?

“Saatku dibangun dulu, aku bertanya jadi apa?
Akankah besar…atau kecil? inilah jawabnya

Que sera sera
Selama ada Holcim
Jadi apapun juga..pasti sempurna

Read the rest of this entry »

May 7

Tulisan ini adalah sambungan dari tulisan pertama berjudul Teh Sariwangi

Masih berlanjut cerita tentang Teh Sariwanginya. Ternyata jika kita mau membuka pikiran kita, ada begitu banyak pelajaran yang bisa kita tarik dari sebuah iklan yang sederhana, tetapi menyentuh hati bahkan untuk beberapa orang, bisa menjadi ’sentilan’.

Hidup ini adalah suatu pilihan, itulah yang sering sekali dikatakan oleh seseorang kepada aku. Apapun yang aku pilih, akulah yang harus menanggung akibatnya, baik atau buruk. Aku tidak boleh menyalahkan siapapun untuk pilihan yang telah aku pilih. Di iklan teh sariwangi ini kita melihat bahwa sang istri adalah seorang wanita yang tahu menentukan pilihan dalam hidupnya. Mengapa begitu ?

Jika kita mau jeli untuk menilai hidup kita, dan menempatkan diri kita sebagai sang istri, seringkali kita melakukan kesalahan dalam memilih tindakan apa yang akan kita lakukan. Dalam iklan teh sariwangi ini, sang istri memilih untuk berkomunikasi. Apakah hanya itu pilihan yang dapat diambil oleh sang istri ?? Tentunya tidak. Sang istri dapat saja memilih untuk diam-diam saja, atau bahkan memarahi sang suami karena tidak menemui di restauran favoritnya.

Read the rest of this entry »

May 7

Sebuah gedung sekolah di desa kecil yang dilengkapi dengan perapian batu bara kuno yang berbentuk belanga. Seorang anak laki-laki kecil bertugas untuk hadir pagi-pagi sekali di sekolah untuk menyalakan api serta menghangatkan ruangan sebelum guru dan teman-temannya masuk.

Tanpa disadarinya, api yang dinyalakannya terlalu besar sehingga membakar sekolah. Anak laki-laki itu pingsan dan ia pun ditarik keluar dari bangunan yang terbakar. Ia mengalami luka bakar yang parah di seluruh bagian bawah tubuhnya dan dengan segera dibawa ke rumah sakit terdekat. Dari tempat tidurnya, anak laki-laki itu mendengar secara sayup-sayup apa yang dikatakan dokter kepada ibunya. Dokter itu mengatakan bahwa kemungkinan anaknya untuk hidup sangat tipis sekali, yang sesungguhnya merupakan hal yang terbaik untuknya, karena kalau anaknya hidup, maka dia akan menjadi cacat untuk separuh tubuhnya. Namun anak pemberani itu mengeraskan tekadnya, ia yakin akan hidup dan sembuh seperti semula.

Akhirnya ia keluar dari rumah sakit, dengan tidak memiliki kemampuan untuk menggerakan kakinya sedikitpun. Lalu setiap hari ibunya memijat kaki kecil anaknya itu, namun di sana tidak ada rasa, tidak ada control, tidak ada apapun. Namun niatnya untuk berjalan tetap sekuat dulu. Hari-harinya menjemukan. Bila tidak sedang berada di tempat tidur, ia terkurung di kursi rodanya. Pada suatu hari yang cerah ibunya mendorong kursi rodanya menuju halaman agar ia dapat menghirup udara segar. Hari itu, bukannya duduk terpaku di situ, ia melemparkan diri dari kursi roda. Ia menyeret dirinya sendiri melintasi rerumputan , menarik kedua kakinya di belakang tubuhnya. Ia menyusuri jalan menuju tiang pancang berwarna putih yang membatasi bidang tanah mereka.

Read the rest of this entry »

May 7

 

raimond and romulus

Pesan yang dibawa Alkitab sudah cukup jelas bagi kita semua, yakni kekuatan seorang ayah jasmani kita akan membuat kita sadar akan kemampuan Abba kita di Surga yang mengatasi segala sesuatu, dan kelemahan ayah jasmani kita akan membuat kita semakin sadar bahwa cuma Abba di Surga lah satu-satunya ayah ideal yang bisa kita harapkan.” - JED-ReVoLuTiA

Kenangan akan figur seorang ayah adalah sesuatu yang membekas seumur hidup seseorang. Itu jugalah yang menjadi alasan dua orang penulis kenamaan, Blake Morrison dan Raimond Gaita, menulis sebuah buku memoar mengenang ayah. Baik atau buruknya seorang ayah, tidak bisa dipungkiri, bahwa dirinya adalah pengaruh terbesar bagi hidup seseorang. Melalui film yang dibuat berdasarkan novel kisah nyata mereka, Morrison bercerita lewat “And When Did You Last See Your Father?” dan Gaita lewat “Romulus, My Father“.

And When Did You Last See Your Father?” bercerita mengenai pergumulan Blake Morrison dengan ayahnya, Arthur, selama minggu-minggu menjelang kematian sang ayah. Blake memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di Yorkshire setelah mendengar diagnosa dokter yang mengatakan ayahnya sudah mendekati kematian akibat kanker yang menggerogoti tubuhnya. Kembali pulang ke rumah demi menemani ibunya mengurus sang ayah yang dalam kondisi kritis membuat dia banyak merenung mengenai hubungannya dengan sang ayah. Mulai dari figur ayah yang ideal di matanya ketika dia masih kanak-kanak dan figur ayah yang rusak ketika dia bertumbuh dewasa dan mempelajari kedekatan ayahnya dengan wanita lain yang sangat amat bergantung pada ayahnya untuk kebutuhan emosionalnya. Blake senantiasa berteori mengenai perselingkuhan ayahnya, membenci ibunya karena kepasrahannya, dan melarikan dirinya dengan hubungan intim dengan pembantu rumah tangga di rumah mereka.

Read the rest of this entry »

« Previous Entries Next Entries »