Jun 17

Yesterday night I went to the movie. Actually it was unexpected, since I didn’t plan of watching movie that day. Actually I’d planned of doing something else, but because of work load, and occupied with work, I then forgot about my plan. In short, I couldn’t do my actual plan. So there was I, thinking what to do next. Then I decided to watch movie.

After watching movie, when I was about to walk out the cinema, I was thinking of checking the time. Then I slipped my hand to my pocket to take my phone out. But it wasn’t there. I immediately checked my bag, trying to find where my phone was. I spilled my things out of my bag, but my phone still couldn’t be found. I lost my phone.

My mind became confused because I wasn’t sure where I had put it & left it. Whether it fell from my pocket, or I left it in toilet, or.. many ‘or’. I was confused. If someone finds my phone before I do, I don’t think I can get it back. Once my friend left her phone in public toilet, and it was taken by the founder. Lost & never return. I ran back to the nearest place I might have left it, my seat in cinema. Pale and panic, I was searching for my phone.

Read the rest of this entry »

Jun 13

Truth is the first casualty of war.

Image
Written and Directed by: Brian De Palma

Brian De Palma ingin negaranya menghentikan perang melalui film terbaru yang dikemasnya dengan judul Redacted. Meski sebuah “cerita fiksi” namun film ini diangkat dari true events yang diinginkannya menjadi suatu pengungkapan betapa collateral damage penyerangan/invansi Amerika Serikat ke Iraq tidak hanya menzolimi rakyat Iraq namun juga telah merusak mental para prajurit yang dikirim untuk misi tersebut. Redacted, juga terinspirasi dari Kasus Abeer Qassim al-Janabi, yaitu kejadian nyata atas pemerkosaan dan pembunuhan terhadap gadis Iraq yang berumur 14 tahun disertai dengan pembantaian terhadap keluarganya yang dilakukan oleh tentara Amerika. De Palma memfiksikan kisah ini dengan sorotan ala kamera handicam seorang amatir.

Read the rest of this entry »

Jun 10

Kalau kembali mengingat kejadian di masa itu, aku merasa seperti orang bodoh saja yang baru belajar mengeja A B C. Bagaimana tidak?

Adalah teman dekatku ini, sebut saja Yuna. Seperti diketahui bahwa kejujuran bagiku adalah suatu hal yang penting dalam hidup ini. Tapi ternyata selain kejujuran, ada satu hal lagi yang penting dalam pergaulan, yaitu kemampuan untuk tidak mengatakan sesuatu yang tidak perlu.

Kesalahanku dalam bergaul dengan Yuna adalah terlalu jujur. Bagiku kalimat berikut adalah kalimat yang wajar untuk diucapkan sebagai teman yang membangun:
- Kamu tambah gemuk ya?
- Wajahmu jerawatan tuh, sudah coba ProActiv? Bagus tuh.
- Iya, memang kamu seperti radio. Haha..

Read the rest of this entry »

Jun 6

“Bukan kebetulan juga sang juruselamat dunia, Yesus Kristus, dilahirkan bersamaan dengan awal dari gerakan terorisme di dunia.”– JED-ReVoLuTiA

“Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar—tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati—.Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” (Roma 5:6-8)

SikariusInjil Lukas pasal 2 mencatat sebuah peristiwa pada masa kekaisaran Romawi dipimpin oleh Agustus dan Kirenius menjadi wali negeri di daerah Siria (mencakup juga Judea) dimana sensus penduduk dilahirkan. Kita semua ingat kisah ini sebagai kisah Natal dimana Yusuf membawa isterinya Maria ke kampung halaman mereka di Betlehem dan pada akhirnya bayi Yesus dilahirkan di Kota Daud. Fakta sejarah mencatat bahwa sensus tersebut telah juga melahirkan sebuah gerakan pemberontakan di Yudea yang dipimpin oleh seseorang bernama Yudas dari Galilea. Kelompok yang dipimpin oleh Yudas orang Galilea ini kemudian disebut sebagai orang-orang Zelot.

Read the rest of this entry »

Next Entries »