
Love in your marriage
Beberapa bulan yang lalu seorang rekan di tempat kerja menanyakan sesuatu kepadaku saat jam istirahat. Suatu pertanyaan yang aneh, dan tidak terduga sebelumnya. Dia bertanya demikian, “Apa yang kamu takutkan dalam hidup perkawinanmu?” Spontan saja aku menjawabnya, “Kematian.” Dia termangu-mangu dan tampak sedikit bimbang dengan ucapanku. Melihat responnya, langsung saja aku bertanya balik kepadanya dengan pertanyaan yang sama, “Bagaimana denganmu? Apa yang kamu takutkan dalam hidup perkawinanmu?” Aku melihat sedikit ada rasa khawatir dalam sikapnya. Dia pun akhirnya menjawab pertanyaannku dengan sedikit keraguan, “Perceraian.” Aku terdiam sesaat setelah mendengar jawabannya, sambil mencoba menikmati secangkir kopi ber-cream di depanku. Aku menghela napas. Dalam kebisuan bersama akhirnya aku mencoba memecahkan keheningan itu.
Pertanyaanku berikutnya bisa jadi sedang ditunggunya, atau malahan menjadi momok baginya karena mau tidak mau dia paling tidak akan menceritakan sedikit permasalahannya. “Ada apa dengan kehidupan perkawinanmu?” pertanyaanku lirih tetapi cukup menhentaknya. Sedikit terbawa emosi tampaknya, ia pun spontan berkata, bahwa dia sudah tak ada rasa cinta lagi kepada suaminya. “Lho, kok bisa? Memangnya cintamu sudah dikemanakan?” tanyaku lagi menyelidik. Akhirnya rekanku tersebut menceritakan apa adanya. Tentu tidak terlalu mendetail, karena jam istirahat akan berkahir, tetapi paling tidak aku sudah mendapatkan kesimpulan penyebabnya.






