Jul 28

Saya percaya sebuah pesan yang berbunyi ‘Hormatilah Kedua Orang Tuamu!’ bukanlah kalimat yang asing kita dengar, bahkan merupakan bagian dari perintah dan pesan khusus yang Tuhan berikan kepada umat-Nya.

Suatu hari suami saya bercerita tentang bagaimana ayahnya meninggal dunia di ‘Nursing Home’ dan dia berpesan agar apabila dia sudah tua nanti dan mungkin sakit-sakitan, agar saya tak akan mengirimkannya ke ‘Nursing Home’.  Dia tidak ingin seperti ayahnya yang menikmati sisa hidupnya di tempat asing yang jauh dari anggota keluarganya.

Read the rest of this entry »

Jul 22
This morning, my 3 boarding house friends and I went to the plaza. Mr. Sexy joined us too. We had lunch together and we played together. Suddenly, Mr. Sexy had a pain on his left foot. So, after having a short discussion, Mr. Sexy sat in one the sofa in that mall and I spent the rest time with my boarding house friends. Feeling pity and worry, I called Mr. Sexy every 5 minutes to make sure that he is okay.

My friends and I played Dance - Dance Revolutions one time and then we went to the department store. I helped one of my friends to choose the best outfit for her. She wanted to buy a new dress. Soon after we finished shopping, Mr. Sexy called me and told me that he could not bear the pain anymore. So, we went home.

I was very disappointed at the first place because we could not having fun with my friends. After arriving home, I cleaned up my room and I took a shower. I washed my hair and I changed my clothes. Then I opened my opera mini on my cellphone.

Read the rest of this entry »

Jul 22

Okay… Finally I try to share experience here… :-)

Saya suka sekali bermain dengan keponakan saya. Tepatnya, bermain sambil mengawasi. Karena setiap saat ada saja kemungkinan si bocah terjatuh, atau terpentok meja, tepatnya segala macam benda keras yang dapat membentur kepalanya.

Nama anak itu Debora. Sering kali saya dapat memetik pelajaran darinya. Tapi meskipun tidak selalu, saya menikmati. Tak peduli tubuh saya menjadi lelah dan berkeringat. Saya percaya, pasti itu bukanlah hal yang aneh. Singkatnya, bukan hanya saya yang begitu. :-)

Pelajaran iman. Saya merasa diingatkan kembali oleh Tuhan, meskipun alatnya hanyalah seorang anak-kecil berusia 2 tahun lebih sedikit. Diantara gelak tawa saya, memperhatikan tingkahnya, hati saya terasa bergejolak. Sepertinya Tuhan sedang menunjukkan saya dengan telunjukNya, akan satu hal.

Read the rest of this entry »

Jul 21

Suatu kali seorang guru Sekolah Minggu berkata “coba sekarang berikan contoh dari kehidupan sehari-hari arti dari istilah lebih dari pemenang.” Adi, anak jemaat yang cukup berada menjawab, “Begini But Guru, seminggu yang lalu Adi terima rapor, dan Adi senang karena naik kelas. Setelah itu Adi bermain ke rumah teman. Sore harinya ketika Adi pulang, Adi melihat ada sepeda baru di rumah. Kata Ibu, sepeda itu untuk Adi, hadiah dari ayah karena Adi naik kelas. Adi bertambah senang, sudah naik kelas diberi hadiah lagi. Adi menjadi seorang yang lebih dari pemenang.”

Bagaimana kalau menurut kamu, Jono?” Tanya guru Sekolah Minggu kepada Jono yang terkesima mendengar cerita Adi. Bu Guru, jangan ditertawakan ya jawaban saya. Ayah JOno kemarin sakit, sehingga tidak dapat bekerja. Kami pun terpaksa hanya bisa makan di pagi hari. Siang hari makan sedikit singkong dan sore harinya hanya minum air putih. Kalau ayah tidak bekerja maka kami tidak punya uang untuk membeli makanan. Tetapi, ibu mengajak kami bersyukur dan menerima apa yang ada. Kami pun minum air putih dengan senang hati dan sampai sekarang tidak merasa lapar. Jono tidak tahu apakah nanti siang sudah ada makanan atau belum, tetapi Jono tidak kuatir karena Tuhan mengasihi kami. Jadi Jono mereasa seperti seorang yang lebih dari pemenang.”

Renungan hari ini mengajarkan kita apakah artinya menjadi lebih dari sekedar pemenang. Jika selama ini kita diajarkan untuk menjadi pemenang tapi renungan hari membuka mata kita apakah artinya menjadi lebih dari pemenang. Kita sering menyangka bahwa berkat-berkat yang kita terima dari Tuhan sudah menjadikan kita sebagai pemenang dalam hidup ini. Pelayanan yang berhasil yang kita lakukan sudah menjadikan kita sebagai pemenang. Hidup yang berkecukupan, Hadiah yang mahal, teman yang banyak, dan berkat-berkat lainnya membuat kita merasa bahwa kita adalah pemenang, bahkan banyak di antara kita yang merasa bahwa kita sudah menjadi lebih dari pemenang.

Read the rest of this entry »

Jul 9
The first time we met them, we were happy. The first time we communicated with them, everything seemed good. We showered them with gentleness. We kissed them. We hugged them. We shared times with them. We understood them. We forgave them. We made a joke with them. Years after years gone by and everything become clear. They are not as perfect as we think. How do you feel?

Commonly, after we know deeper about someone, we find it difficult to show our care and love. It is difficult to say, “I love you”. It is also difficult to say, “I forgive you”. It is easier to say, “You used not to be like this!” or “I hate you” or just simply “Huh!!” We feel right and they are all wrong.

What does God teach us when we pray?

Read the rest of this entry »

« Previous Entries