Puji syukur sampai hari ini saya masih bisa setia dengan janji saya untuk membaca Alkitab setiap hari, agar dalam setahun ini saya bisa menyelesaikannya dalam satu tahun. Saya menemukan suatu kisah dalam 2 Tawarikh 14 - 16 sebagai suatu kisah yang menarik dan umum terjadi dalam kehidupan kita sebagai orang Kristen. Dari nats-nats tersebut kita belajar sebagian dari kehidupan seorang raja Asa. Dalam 2 Taw 14 dan 15 kita melihat bagaimana Tuhan menjaga Raja Asa dengan memberikannya keamanan selama masa pemerintahan raja Asa, karena apa yang diperbuat oleh Raja Asa selama Pemerintahannya :
- Dia menjauhkan bukit-bukit pengorbanan dan memerintahkan bangsa Israel untuk setia mencari Tuhan.
- Dia pasrah kepada Tuhan pada saat kesulitan datang menghadangnya.
- Dia tulus ikhlas se-umur hidupnya.
Tetapi apa yang terjadi kemudian ? Pada 2 Taw 16 digambarkan bagaimana pada saat dia mengalami kesulitan lagi, dia tidak kembali kepada Tuhan, tetapi dia lebih memilih untuk bersandar kepada manusia. Bahkan lebih parah lagi, bahkan pada saat seorang hamba Tuhan mencoba memperingatkannya, dia malah sakit hati dan memasukkan hamba Tuhan itu ke dalam penjara.
Bahkan sang hamba Tuhan mengatakan bahwa raja Asa telah berlaku bodoh aka stupid, mengapa ?? Karena dia lebih memilih untuk bersandar kepada kekuatan manusia. Dia tidak mengingat bagaimana kebaikan Tuhan, bagaimana Tuhan memberikan keamanan bagi kerajaannya. 35 tahun pertama masa pemerintahannya Asa hidup berkenan kepada Tuhan, tetapi sisa akhir hidupnya, Asa tidak lagi bersandar kepada Tuhan.
Hal yang sama banyak terjadi dalam kehidupan orang percaya. Pada masa awal-awal pemulihan, mereka sangat aktif melayani, mereka merasa on fire bahkan mereka merasa bahwa mereka selalu ingin berada dekat dengan Tuhan. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, mereka melupakan semua apa yang mereka rasakan, mereka melupakan semangat mereka untuk melayani, bahkan terlebih buruk lagi, mereka lupa bersandar kepada Tuhan.
Tidaklah mudah kehidupan setelah kita mengalami pemulihan, karena permasalahan dan pencobaan akan terus datang dan datang tanpa ada hentinya. Tuhan tidak pernah berjanji bahwa pada saat kita mengikuti Dia, maka hidup kita adem ayem sepanjang masa, tidak ada permasalahan tidak ada persoalan, tetapi Tuhan berjanji bahwa apapun persoalan kita, permasalahan kita, Dia pasti akan memberikan kita jalan keluar dan kekuatan untuk melaluinya. Jika Tuhan dapat melakukannya kepada Asa, maka Tuhan pun akan dapat melakukannya sekarang ini dalam kehidupan kita.
Biarlah kita memikirkan : apakah kita melakukan apa yang dilakukan oleh Asa dalam kehidupannya ? Apakah kita tetap bersandar kepada Tuhan, dan pernahkah kita terlebih dahulu mencari kekuatan dari sesama manusia ?
Jangan biarkan permasalahan dan problema yang sekarang ini ada dalam kehidupan kita menjauhkan kita dari pelayanan kita, hubungan dekat kita dengan Tuhan, bahkan membuat kita berubah setia kepada Tuhan. Lebih sering kita menaruh harapan kita lebih kepada pekerjaan kita, kekayaan kita, keluarga kita, sesame kita dibandingkan kepada Tuhan, dan Tuhan terkadang memberikan teguran yang sangat keras kepada kita. Kita seharusnya sangat bersyukur bahwa Tuhan masih mau menegur kita, dan tentunya kita tidak mau seperti Asa yang mengeraskan hatinya pada saat mendengar teguran Tuhan. Kekuatan kita, kita peroleh dari Tuhan dan itu yang harus selalu kita pegang.
Don’t Be Stupid, itulah pesan sang hamba Tuhan kepada kita semua. Meninggalkan Tuhan sama saja meninggalkan kedamaian, meninggalkan mujizat Tuhan, meninggalkan semua rencana baik yang Tuhan sudah sediakan kepada kita.
Don’t Be Stupid, bukalah mata dan telinga kita. Jangan membutakan kembali mata yang telah dicelikkan, jangan menulikan kembali telinga yang sudah dibukakan.
Don’t Be Stupid …. biarlah kita jangan menjadikan hidup kita seperti Asa yang lebih memilih dunia bahkan setelah melihat keajaiban Tuhan dalam kehidupannya.
Tuhan Memberkati !!!

















August 20th, 2008 at 4:22 pm
betul. Kemarin waktu ke gereja juga sedang dibahas mengenai menempatkan Tuhan di atas segala perkara. jangan menomor duakan Dia. Sebaliknya, lakukan segala sesuatu dengan tetap mengutaakan Tuhan.
August 28th, 2008 at 5:04 pm
mengikuti Tuhan bukanlah hanya karena Tuhan akan memberikan kesenangan kepada kita, tapi mengikut Tuhan juga karena kita siap jika Tuhan berkata “Tidak” kepada yang kita inginkan.