Duty

Bapa..
Kau tahu? berapa kalipun aku melihat video flash ini..aku selalu merasa ingin menangis.
Benar..aku ingin menangis.
Menyadari betapa lemahnya aku ini.. Betapa aku mudah menyerah oleh karena keadaan. Padahal seharusnya aku tahu, dalam dunia yang keras ini..perlindungan dan kekuatanMu selalu menyertai aku. Dalam setiap keadaan. Meskipun aku telah menyerah. Meskipun aku merasa kalah.

Yah…pada awalnya aku begitu semangat. Dalam menjalani hidup. Dalam melayani Engkau..berusaha menjadi anakMu yang baik juga menyenangkan hatiMu. Aku ingat waktu itu.. sebelum pergi Engkau berkata “Nah anakku..Bapa pergi sebentar ya..selama itu, tugasmu adalah memegang salib ini. Pegang yang tegak ya Nak..biar orang-orang tahu kemana Aku pergi dan bisa mengikuti Aku.”

Pada awalnya aku begitu bersemangat. Tak hanya memegang salibMu, Bapa.. tapi juga ku katakan dengan lantang kepada setiap orang yang lewat “Hei..Bapaku pergi ke arah sana. Ayo ikuti dia agar kalian juga beroleh keselamatan, sama seperti aku..! Hei..Bapak yang disana.. kesana, pak..arah kanan.”

Lihat kan, Bapa? Aku bisa mengerjakan apa yang Engkau inginkan. Aku berjanji, ya..aku berjanji untuk tak akan pernah lelah memegang salib ini. Tak akan..

Namun..seiring waktu berlalu. Hari bergulir begitu cepat..mungkin tahun-tahun juga telah berganti. Aku mulai lelah berdiri. Salib ini makin terasa berat. Bapa kemana yah..kenapa begitu lama Ia belum juga kembali? Ah..tapi aku akan tetap bertahan, begitu kataku dalam hati. Aku akan bertahan, Bapa..

Bapa..aku akan terus bertahan. Meskipun kini keadaan makin sulit. Langit terlihat mendung..mudah-mudahan tidak sampai turun hujan. Angin yang berhembus semakin terasa dingin..Aku mulai mengeluhkan kelemahanku dalam hati..

Kini anginnya semakin keras dan hujan yang ditakutkan mulai turun. Beberapa kali salibMu hampir tumbang, Bapa.. Kini aku memegangnya erat-erat. Yah..erat-erat dengan segenap sisa kekuatan yang aku miliki.. Aku sedikit merasa takut tapi aku tak ingin salibMu jatuh..

Tapi..
Kini aku yang lemah telah terbaring ditanah. Badai yang terakhir telah berhasil merobohkan aku. Maafkan aku Bapa..maafkan aku yang lemah.. Tanpa kekuatan aku menangisi diriku. Menangisi keadaanku. Aku telah gagal..

Aku tertidur dalam kelelahan. Cape diterpa hujan. Cape diterpa angin dan panas. Aku yang lemah ini akhirnya menyerah pada keadaan.. I’m sorry, God..
Ah..aku bermimpi. Mimpi apa ini.. Aku melihat Engkau datang. Ah iya, aku melihat Engkau datang persis seperti pertama kalinya aku berjumpa denganMu. Dan Kau mengulangi kalimat yang sama “Anakku..maukah Kau memegang salib ini untukKu?..”

Aku terlonjak bangun. Aku harus kuat, batinku. Dengan sisa kekuatan yang nyaris habis..aku mencoba kembali mendirikan salib itu.. Dengan suara yang serak karena terlalu banyak menangis, aku kembali berteriak pada orang-orang tentang arah keselamatan.. Meskipun kini aku compang camping dan kelelahan..aku percaya, aku memiliki satu sumber pengharapan yang pasti..

Lalu suatu sore, aku melihat bayangan dari kejauhan.. Berjalan ke arahku.. Hei, aku mengucek-ucek mata dengan sebelah tangan. Kau semakin dekat.. Bapa? Engkaukah itu?

Ketika Kau sudah cukup dekat, baru aku meyakinkan diriku. Hei itu, Bapaku sudah datang..
Bapaaa… aku berteriak sambil melambaikan tangan..

Sambil berjalan ke arahku aku melihat titik air mata di sudut mataMu. Lalu Kau berlari mendapatiku.
“Anakku..terima kasih sudah menjalankan tugasmu dengan baik..Aku sayang padamu.” Kau berkata sambil memelukku. Seketika tangisku meledak. “Tidak Bapa..tidak..” Kataku sambil menggeleng. “Aku sempat terjatuh..salibMu sempat tumbang..”

Tapi tanpa berkata apa-apa Kau terus memelukKu. Membelaiku. Meskipun kini aku terlihat kotor dan compang camping kelelahan dan Kau memakai jubah putih.. Pelukanmu semakin erat..
Terima kasih Bapa..kasihMu mengobati semua lelahku..

Dan aku tau, Kaulah pengharapanku yang sesungguhnya.. KedatanganMu tak pernah terlambat..
Dan lelah ini, tidak terasa lagi.

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • bodytext
  • del.icio.us
  • Furl
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Reddit
  • YahooMyWeb
  • Ma.gnolia
  • NewsVine

7 Responses

  1. jamez2789 Says:

    ini flash pasti dari donghaeng ya?
    mang bnr mlh flash ini sgt tersentuh d hatinya karena melihat pengorbanan kita untuk God…g pertama kali lihat lgs sedih gt dah..:D

  2. juleha Says:

    Thank God ada yang ingetin lagu dengan video ini!!!! Huhuhuhu… I’m sorry for not strong enough to stand up for You, God…

  3. Icha Says:

    amiin..

    nice sharing nie :D

  4. nie Says:

    Huhuhuhuhuhuhu…aku terharu melihat Tuhan menangis disitu..

    Thx Bapa, kami bangga dan bersyukur memiliki kesempatan untuk menanggung salibMu :)

  5. agnes Says:

    ilustrasinya bener-bener bikin merenung nich. thanks ya udah sharing. Tuhan memberkati.

  6. lenny iryanti Says:

    Bagus banget buat sharing, wa terharu banget, hik.hik.hik..
    Renungan diatas sungguh membangkitkan semangat yang telah padam, thx ya…
    GBU..

  7. MELISSA Says:

    semangat harus berjuang buat bapa jangan mau kalah.
    sama2 berusaha ya!!!
    GOD BLESS PREN___
    ^_^

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.