Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. (! Tes 5:18)
Ada yang bisa baca ayat di atas dengan keras sampe bisa gue denger dari sini? Gue yakin semuanya pasti bisa baca ya, dengan kata2 yang keras dan lantang. Tapi apakah ayat itu bisa kita perlihatkan dalam hidup keseharian kita?
Hari2 belakangan ini gue lagi diperhadapkan sama beberapa pilihan: tetap mengucap syukur atau mulai mengeluh. Dan dengan jujur gue bilang, gue mengeluh, sangat mengeluh sampe2 mungkin berbunyi seperti sapi yang lagi melenguh atau serigala yang melolong saking beratnya kesukaran yang gue hadapin. Ga perlu detail deh apa kesukaran yang gue hadapin, tapi ini bener2 dilema, pengen berhenti dari semua aktivitas yang ada pun ga mungkin. Gue tau Kristus udah mendamaikan segala sesuatu buat gue dan udah menangin or mampuin gue buat bertahan. Tapi dasar manusia itu pelupa dan sering ketergantungan ama sesuatu yang kelihatan, so jadilah gue stress sendirian, hehehe. Thank GOD banget BAPA masih panjang sabar terhadap gue. Biarpun gue nakal dan suka mengalihkan perhatian gue ke hal2 selain BELIAU, tapi kok ya gue masih aja dijagain dan dilindungin. Gue ga bisa kabur dari masalah hidup, gue hanya bisa melangkah maju menghadapi semuanya ini bersama Kristus sambil terus mengucap syukur walau apapun yang terjadi.
Thank God for allowing me to be in this situation. Gue yakin pasti ada sesuatu yang indah di balik setiap pedihnya proses kehidupan. Dan makasi juga buat beberapa orang yang udah setia support gue dengan doa dan mentoring gue dengan hidup mereka. Sadar ga seh kalo elo orang itu bener2 seperti malaikat yang dikirim Tuhan buat gue. Love you all, muach muach…
















