More Than Just a Winner !

Suatu kali seorang guru Sekolah Minggu berkata “coba sekarang berikan contoh dari kehidupan sehari-hari arti dari istilah lebih dari pemenang.” Adi, anak jemaat yang cukup berada menjawab, “Begini But Guru, seminggu yang lalu Adi terima rapor, dan Adi senang karena naik kelas. Setelah itu Adi bermain ke rumah teman. Sore harinya ketika Adi pulang, Adi melihat ada sepeda baru di rumah. Kata Ibu, sepeda itu untuk Adi, hadiah dari ayah karena Adi naik kelas. Adi bertambah senang, sudah naik kelas diberi hadiah lagi. Adi menjadi seorang yang lebih dari pemenang.”

Bagaimana kalau menurut kamu, Jono?” Tanya guru Sekolah Minggu kepada Jono yang terkesima mendengar cerita Adi. Bu Guru, jangan ditertawakan ya jawaban saya. Ayah Jono kemarin sakit, sehingga tidak dapat bekerja. Kami pun terpaksa hanya bisa makan di pagi hari. Siang hari makan sedikit singkong dan sore harinya hanya minum air putih. Kalau ayah tidak bekerja maka kami tidak punya uang untuk membeli makanan. Tetapi, ibu mengajak kami bersyukur dan menerima apa yang ada. Kami pun minum air putih dengan senang hati dan sampai sekarang tidak merasa lapar. Jono tidak tahu apakah nanti siang sudah ada makanan atau belum, tetapi Jono tidak kuatir karena Tuhan mengasihi kami. Jadi Jono mereasa seperti seorang yang lebih dari pemenang.”

Renungan hari ini mengajarkan kita apakah artinya menjadi lebih dari sekedar pemenang. Jika selama ini kita diajarkan untuk menjadi pemenang tapi renungan hari membuka mata kita apakah artinya menjadi lebih dari pemenang. Kita sering menyangka bahwa berkat-berkat yang kita terima dari Tuhan sudah menjadikan kita sebagai pemenang dalam hidup ini. Pelayanan yang berhasil yang kita lakukan sudah menjadikan kita sebagai pemenang. Hidup yang berkecukupan, Hadiah yang mahal, teman yang banyak, dan berkat-berkat lainnya membuat kita merasa bahwa kita adalah pemenang, bahkan banyak di antara kita yang merasa bahwa kita sudah menjadi lebih dari pemenang.

Renungan hari ini mengajarkan kita, bahwa menjadi seorang yang lebih dari pemenang bukan hanya karena kita menerima begitu banyak berkat dalam kehidupan kita. Menjadi seorang yang lebih dari pemenang adalah menjadi seseorang yang menang dalam keadaan apapun juga. Memang benar kita menjadi pemenang pada saat Tuhan berada di pihak kita, terlihat dari berkat-berkat yang Tuhan berikan kepada kita. Tetapi apakah kita akan tetap merasa menjadi seorang pemenang pada saat problema dan persoalan datang ? Banyak dari antara kita yang malah berbalik memusuhi Tuhan dan menyalahkan Tuhan atas semua yang dialaminya. Apakah kita hanya menjadi pemenang pada saat hidup kita enak ?

Renungan hari ini benar-benar merupakan suatu yang luar biasa buat saya terutama terkait dengan pengalaman yang saya alami selama Retreat kami dari tanggal 18 Juli – 20 Juli 2009 kemarin ini. Retreat kali ini sangatlah berbeda karena saya diberikan satu tugas yang berat dan tidaklah mudah untuk dilakukan. Tugas yang diberikan kepada saya akan membuat saya tidak menjadi diri saya sendiri, membuat saya memiliki banyak musuh dan dibenci. Tugas yang akan membuat saya harus mengorbankan begitu banyak waktu dan tenaga saya. Tugas yang akan mengharuskan saya untuk tidak tersenyum atau tertawa padahal saya sangat suka tertawa dan tersenyum. Tetapi saya siap menjalankannya dan pada saat saya mengatakan iya, saya sudah tahu semua akibat yang harus saya tanggung.

Melalui Retreat ini saya kembali diingatkan semua nilai-nilai yang sudah saya dapatkan selama ini, dan mungkin beberapa dari nilai-nilai tersebut sudah hilang dalam diri saya. Tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan saya membiarkan nilai-nilai tersebut hilang dalam diri saya. Saya kembali diingkatkan apa artinya pelayanan dan apa artinya seorang hamba yang harus melayani, bahkan pada saat akhirnya hal tersebut malah merugikan diri sendiri.

Adanya satu insiden selama retreat tersebut yang benar-benar di luar dugaan, membuat saya sadar akan segala sesuatunya. Ternyata apa yang saya lakukan selama ini masihlah belum cukup. Jika selama ini saya melakukannya dalam keadaan yang damai, sukacita dan saya merasa bahwa saya sudah melakukan tugas pelayanan saya dan bahwa saya adalah seorang pemenang, ternyata dijungkir balikkan kembali. Saya merasa bahwa pengorbanan dalam pelayanan saya selama ini sudah cukup. Ternyata saya SALAH BESAR. Apa yang dilakukan oleh Petrus, Rasul Paulus dan masih banyak lagi sangatlah luar biasa, saya masih belum ada apa-apanya di bandingkan oleh mereka. Mereka mampu melayani dalam keadaan yang sangat tidak memungkinkan untuk melayani bahkan untuk mampu mengucap syukur atas keadaan mereka. Tetapi mereka adalah para pemenang yang lebih dari Pemenang karena bahkan dalam keadaan yang paling penuh dengan tekanan pun mereka masih tetap setia dengan iman mereka dan menjalankan tugas mereka.

Insiden yang saya alami membuka mata saya lebar-lebar. Jujur ada rasa takut, ada rasa sedih, ada rasa kecewa, tetapi kemudian saya diingatkan oleh Tuhan, bahwa yang saya alami belumlah seberapa dibanding apa yang sudah dialami Yesus selama di dunia ini. Yesus menerima lebih dari sekedar caci maki, tetapi Dia harus mati dengan cara terhina, tetapi masih bisa meminta agar Bapa mengampuni mereka semua yang membenciNya, mencaciNya bahkan mereka yang menyalibkanNya. Tuhan kembali mengingatkan saya bahwa, saya menerima tugas ini dengan sadar akan semua akibatnya dan bahwa saya melakukan tugas ini bukan untuk diri saya sendiri, tetapi untuk memberkati orang lain.

Retreat ini mengajarkan saya untuk menjadi LEBIH DARI PEMENANG ( MORE THAN JUST A WINNER). Apapun persoalan kita, problema kita, permusuhan yang kita alami, kebencian yang harus kita jalani karena pelayanan kita, karena iman kita, janganlah kita membiarkan diri kita mundur dari iman dan pelayanan kita. Kita memang sudah menjadi pemenang dalam hidup ini pada saat kita terima Yesus dalam diri kita, tetapi saat ini saya mengajak kita semua untuk MENJADI LEBIH DARI PEMENANG. Kita sebagai manusia memang tidak akan mampu, tetapi saya percaya bahwa Tuhan akan memampukan kita dengan cara-caraNya yang ajaib.

MAJU TERUS DALAM TUHAN, PANTANG MUNDUR DAN JADILAH LEBIH DARI SEKEDAR PEMENANG.

God Bless Us

talentaku

One Response

  1. Ruly Octashegun Says:

    mkasich atas semangat yg Anda berikn,

    iniy sebuah motivasi yg sangat b’arti buat z.,.

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.