Tebak!
Apakah yang biasanya dipanjatkan dalam doa saat menghadapi masalah?
1. Tuhan, tolong aku
2. Tolong aku, Tuhan
3. Tuhan, tolong
4. Tolong, Tuhan
Pada intinya, permohonan yang terpusat ke dirinya sendiri.
Terpusat ke aku, saya, daku, beta dan juga penggunaan bahasa asing seperti kulo, wo, ich, dan I.
Egois! Itulah salah satu bakat manusia sejak kejatuhan Adam dan Hawa.
Tapi tidak untuk satu orang ini.
Mazmur 3:1 Mazmur Daud, ketika ia lari dari Absalom, anaknya.
2 Ya TUHAN, betapa banyaknya lawanku! Banyak orang yang bangkit menyerang aku; banyak orang yang berkata tentang aku: “Baginya tidak ada pertolongan dari pada Allah.”
3 Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku. (Pujian)
4 Dengan nyaring aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus. (Pujian)
5 Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab TUHAN menopang aku! (Pujian)
6 Aku tidak takut kepada puluhan ribu orang yang siap mengepung aku. (Pujian)
7 Bangkitlah, TUHAN, tolonglah aku, ya Allahku! Ya, Engkau telah memukul rahang semua musuhku, dan mematahkan gigi orang-orang fasik. (Permohonan)
8 Dari TUHAN datang pertolongan. Berkat-Mu atas umat-Mu! (Permohonan)
4 ayat ‘habis’ untuk (Pujian) dan sisanya.. 2 ayat untuk (Permohonan)
Tetapi sebenarnya bukan itu point yang aku maksud.
Point yang sebenarnya adalah, memuji Dia terlebih dahulu.
Fenomena ini juga terjadi di dalam doa yang dipanjatkan Tuhan Yesus sendiri, yang biasa kita sebut Doa Bapa Kami.
Matius 6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)
Jadi, demikianlah maksudnya.
Tinggikan Dia.. Utamakan Dia di atas segala-galanya, termasuk MASALAHMU!
God bless you
Kind regard,
Ron
















