Rencana Kita Bukan Rencana Tuhan

Tahun lalu merupakan tahun dengan banyak peristiwa mengejutkan, menyedihkan dan menyenangkan buat saya. Tahun-tahun sebelumnya juga demikian dan saya yakin bahwa tahun ini juga akan terjadi seperti itu. Mulai dari teman dan saudara yang sakit, bencana alam, sampai rumitnya permasalahan rumah tangga.

Saat kita diam, tidak ada masalah, semua terlihat baik-baik saja. Namun saat timbul satu masalah, tiba-tiba masalah lain ikut mendongkrak masalah utama sehingga kelihatannya masalah yang kita hadapi semakin banyak. Dan kita, seringkali kita menyalahkan diri sendiri, atau bahkan menyalahkan Tuhan. Saat tidak ada masalah, kita bersyukur pada Tuhan dan mengagumi karya Tuhan. Namun, saat masalah itu timbul, kita tidak bersyukur dan menganggap bahwa Allah diam. Kita mengeluh tentang permasalahan kita dan ingin Dia segera membereskannya untuk kita, namun kita tidak berbuat apa-apa. Kita ingin Dia berbuat sesuatu yang ajaib dan spektakuler pada kita, namun kita tidak berusaha dan hanya berpangku tangan.

Beberapa hari yang lalu saya berbincang-bincang dengan salah seorang teman dekat saya. Kami sedang merencanakan langkah-langkah apa yang akan diambil untuk masa yang akan datang. Saya lalu tiba-tiba teringat akan ucapan salah seorang di gereja yang mengatakan bahwa rencana kita bukanlah rencana Tuhan. Saya tahu bahwa Tuhan merencanakan segala sesuatu. Saya juga tahu bahwa keputusan yang saya ambil juga tidak terlepas dari rencananya. Semua ada di tanganNya. Sekalipun saya merencanakan yang baik-baik, belum tentu itu terjadi, karena jika memang tidak mendapat persetujuan dari Tuhan, maka segala rencana saya akan gagal. Sebaliknya, sekalipun saya merencanakan yang buruk-buruk, belum tentu juga itu akan terjadi, karena belum tentu Tuhan setuju dengan rencana saya tersebut.

Satu kunci yang saya dapatkan saat itu ialah dengan meminta Tuhan membantu perencanaan saya. Di satu sisi, saya mengaku dengan tulus bahwa memang Tuhan yang mengatur dan merencanakan sesuatu dan saya menyerahkan semuanya pada tangan Tuhan, namun di sisi lain, saya tetap berusaha memenuhi rencana saya sesuai dengan apa yang telah saya rencanakan. Hasilnya, saya gagal. Semuanya pengalaman ini akhirnya membawa saya kepada satu pemahaman bahwa jika memang saya benar-benar ingin menyerahkan rencana saya ke tanganNya, maka saya juga perlu mempercayai Dia untuk memproses rencana saya. Saya tidak perlu bersusah payah memberontak dan mencari cara menurut pikiran saya sendiri, tetapi saya perlu bertanya padaNya, bagaimana perkembangan rencana saya, apa yang harus saya lakukan dan langkah apa yang perlu saya ambil.

Saya tetap berusaha untuk mencapai rencana saya, namun saya tetap bertanya pada Tuhan bagaimana cara mewujudkannya. Hal yang baik dari perencanaan ini ialah, kadangkala, saat kita merasa bahwa apa yang kita inginkan tak mungkin tercapai (mungkin Tuhan membawa kita terlalu jauh dari apa yang ingin kita capai), ternyata Tuhan membuatnya tercapai dengan cara-Nya. Bukan dengan cara kita, bukan dengan taktik yang sudah kita rencanakan, tetapi Tuhan memberi jalan lain yang dari sana kita mendapat pengalaman berharga dan tetap mencapai tujuan kita.

Hal ini tentunya tidak mutlak, karena apa yang menurut kita baik untuk kita, belum tentu benar-benar baik untuk kita. Namun dengan demikian, berarti kita hanya perlu membawa segala perencanaan kita ke tangan Tuhan dan biarkan Dia membantu mematangkan rencana kita sementara kita tetap berusaha mencapainya sesuai dengan bimbingan Tuhan. Kadangkala merasa tidak mampu itu perlu, karena saat itulah kita menyadari bahwa Tuhan selalu ada untuk membantu kita. Saat itulah kita merasakan tanganNya menopang kita dan membantu kita kembali berjuang menatap hari depan kita dengan penuh harapan.

*******************************************************

Amsal 16:3

Serahkanlah perbuatanmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu.

2 Responses

  1. Rina Says:

    Puji Tuhan Yesus untuk hikmat yang diberikanNYA kepada penulis. Saya sangat terhibur,dikuatkan, dan menjadi bersemangat ketika menyadari bahwa banyak anak Tuhan yang sudah mengalami sendiri kemenangan dalam proses pekerjaan tangan Tuhan. GBU all Full!

  2. etta Says:

    Terima kasih atas tulisan ini .. benar2 memberikan kekuatan & semangat lagi atas smua yg telah terjadi .. Gbu!

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.