Filipi 2:14: Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan
Menjadi pecinta Tuhan bukanlah hal yang mudah. Beberapa orang malah hidup lebih menderita daripada sebelumnya. Mungkin hidupnya yang lama, sebelum menerima Tuhan, mereka baik-baik saja. Semua serba indah, tidak ada masalah. Namun setelah dia menerima Tuhan dalam hatinya, dia mulai dihadapkan dengan suatu situasi yang membuat dia kecewa, atau malah merasa tidak berdaya.
Jadi pengikut Kristus bukan berarti semua akan baik baik saja dan selalu bahagia. Bahkan jika kita hidup sehari-hari dengan saudara dan saudari seiman pun, kita juga dapat merasa tersandung, atau malah, menyandung. Disadari atau pun tidak, kadang tindakan atau kata-kata kita menyinggung orang lain. Mungkin kita tidak bermaksud untuk berbuat demikian, namun hal itu terjadi.
Pernahkah anda mengatakan pada Tuhan: “Tuhan, aku ingin bertumbuh, aku tidak ingin menjadi bayi terus menerus. Aku ingin semakin besar dan dewasa. Aku ingin beriman kepadaMu. Proseslah aku Tuhan” dan kemudian setelah kita melantunkan doa yang demikian, beberapa hal baru mulai timbul. Masalah yang tidak terpikirkan mulai datang. Kesukaran mulai menghimpit kita sedikit demi sedikit. Apakah kita bertahan?
Tuhan memiliki berbagai cara untuk memproses kita. Seorang saudari pernah bercerita tentang tugasnya membuat suatu karya dari tanah liat. Tanah liat tersebut berbau tidak sedap sehingga membuat seisi rumahnya terganggu. Namun karena dia harus mengerjakan tugas tersebut, dia menahan bau itu dan giat mengerjakannya.
Bagian yang kasar dibentuk dengan alat yang keras dan kasar. Bagian yang halus dibentuk dengan alat yang halus dan lebih lembut. Dengan mengerjakan tugas ini, dia mengapresiasi sesuatu. Karakter setiap orang berbeda-beda. Tuhan pun membentuk kita dengan cara yang berbeda-beda. Mungkin saudara “yang itu” mendapatkan hal-hal yang menurut kita, menyenangkan, dan berbeda sekali dengan kita. Kita mendapatkan hal yang membuat kita kecewa dan menyerah. Dia mungkin lebih lembut daripada kita. Hanya Tuhan yang tahu kedalaman seseorang.
Ini adalah cara Tuhan, dan setiap orang menempuh cara yang berbeda sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing. Pembentukan Tuhan ini terjadi terus menerus selama kita hidup dan kita akan terus menerus belajar. Kita perlu menyangkal ego kita agar kita benar-benar dapat diproses olehNya. Kita perlu mengutamakan Dia dan menyangkal kepentingan kita agar kita dapat diproses lebih banyak olehNya.
Kadang kita mengetahui tentang Firman dan segala isinya, namun dalam realitasnya, kita lupa dan malah bersandar pada pengertian kita sendiri. Tuhan ingin kita bersandar pada Dia saat kita menghadapi masalah. Tuhan ingin kita bersabar dalam setiap pencobaan sambil terus bertanya padaNya. Saat dia membawa kita ke dalam ketidak berdayaan, justru di saat itulah kita dapat diproses sempurna. Pada akhirnya pemrosesan ini akan menghasilkan suatu bejana yang indah. Pembentukan yang sakit di sana sini akan menghasilkan sebuah masterpiece yang indah, hasil karya Allah sendiri. Pertanyaannya, siapkah anda?

















May 28th, 2008 at 11:24 am
Yup, will you be ready if He made you to a new person?
I hope i’m ready for that…
thx for the blog
May GOD really blees you. I’m really touch by this blog
June 11th, 2008 at 5:11 pm
Berdoa saja inta Roh Kudus memampukan, beres boz