May 7

 

raimond and romulus

Pesan yang dibawa Alkitab sudah cukup jelas bagi kita semua, yakni kekuatan seorang ayah jasmani kita akan membuat kita sadar akan kemampuan Abba kita di Surga yang mengatasi segala sesuatu, dan kelemahan ayah jasmani kita akan membuat kita semakin sadar bahwa cuma Abba di Surga lah satu-satunya ayah ideal yang bisa kita harapkan.” - JED-ReVoLuTiA

Kenangan akan figur seorang ayah adalah sesuatu yang membekas seumur hidup seseorang. Itu jugalah yang menjadi alasan dua orang penulis kenamaan, Blake Morrison dan Raimond Gaita, menulis sebuah buku memoar mengenang ayah. Baik atau buruknya seorang ayah, tidak bisa dipungkiri, bahwa dirinya adalah pengaruh terbesar bagi hidup seseorang. Melalui film yang dibuat berdasarkan novel kisah nyata mereka, Morrison bercerita lewat “And When Did You Last See Your Father?” dan Gaita lewat “Romulus, My Father“.

And When Did You Last See Your Father?” bercerita mengenai pergumulan Blake Morrison dengan ayahnya, Arthur, selama minggu-minggu menjelang kematian sang ayah. Blake memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di Yorkshire setelah mendengar diagnosa dokter yang mengatakan ayahnya sudah mendekati kematian akibat kanker yang menggerogoti tubuhnya. Kembali pulang ke rumah demi menemani ibunya mengurus sang ayah yang dalam kondisi kritis membuat dia banyak merenung mengenai hubungannya dengan sang ayah. Mulai dari figur ayah yang ideal di matanya ketika dia masih kanak-kanak dan figur ayah yang rusak ketika dia bertumbuh dewasa dan mempelajari kedekatan ayahnya dengan wanita lain yang sangat amat bergantung pada ayahnya untuk kebutuhan emosionalnya. Blake senantiasa berteori mengenai perselingkuhan ayahnya, membenci ibunya karena kepasrahannya, dan melarikan dirinya dengan hubungan intim dengan pembantu rumah tangga di rumah mereka.

Read the rest of this entry »

Dec 10

Kita sudah sering mendengar kalau manusia adalah makhluk sosial. Tidak ada manusia yang sanggup hidup seorang diri, termasuk juga Adam, manusia pertama. Meski dia memiliki sebuah taman surga di bumi lengkap dengan binatang-binatang lucu dan buah-buahan yang enak dimakan, dia masih merasakan sebuah kekosongan di dalam hati dia. Meskipun hadirat Tuhan menyertai hari-hari Adam, hidupnya merasa merana ketika dia tidak memiliki seseorang manusia lain yang dapat ia ajak berbagi. Itulah sebabnya mengapa Allah membawa Hawa kepada Adam, seorang yang adalah tulang dari tulang Adam dan daging dari daging Adam sendiri.

Bayangkan jika anda baru saja menang lotere sebesar 1 Milyar Rupiah, namun siapapun yang anda ceritakan tentang kemenangan anda ini malah memberikan wajah tidak bersahabat dan mencacimaki anda. Hal tersebut bisa membuat anda menjadi sangat putus asa dan hal yang seharusnya memberikan kebahagiaan malah berubah menjadi sebuah kesedihan. Bayangkan juga perasaan anda ketika dokter memvonis anda terkena kanker, namun teman-teman anda berkumpul di sekitar anda, memeluk dan memberikan semangat. Hal yang seharusnya membawa kesedihan pun berubah menjadi sebuah optimisme dan semangat hidup. Kita butuh orang lain untuk saling berbagi baik dalam hal suka maupun duka.Kekosongan di hati kita tidak bisa dilampiaskan dengan uang dan harta yang banyak. Banyak yang ingin menjadi kaya, kuat, berpengaruh, dan menarik dengan motivasi yang paling mendalam ialah kerinduan akan persahabatan. Banyak yang menyangka dengan uang dan kuasa di tangan kita, kita bisa membeli keintiman. Ini terjadi sebelum kita menyadari kalau kita tidak dicintai oleh siapapun dan bahwa kita cuma diperalat oleh orang lain yang ingin mengambil keuntungan dari kita. Dalam hal ini pun kita tahu bahwa kesepian bisa melanda semua orang, besar kecil, tua muda, kaya miskin, menarik atau tidak menarik.

Read the rest of this entry »

Jun 17

Pre-reading: 1 & 2 Samuel

Recently, I did a study on the life of David. God said that David was “a man whose heart beats to my heart (Acts 13:22)” and even Jesus, The Messiah, is oftentimes referred as “The Son of David” in the scripture. Long after the death of David, the memory of this charismatic shepherd-king still remained in mind of God and the people of Israel. What so special about David that make him dearly to the heart of God? Is it a coincidence that the name ‘David’ in Hebrew literally means ‘The Beloved’? What had made God fallen in love with David despite his failures and weaknesses?I finally found a glimpse of answer as I read the second book of Samuel chapter nineteen:

But in private Joab rebuked the king: “Now you’ve done it—knocked the wind out of your loyal servants who have just saved your life, to say nothing of the lives of your sons and daughters, wives and concubines. What is this—loving those who hate you and hating those who love you? Your actions give a clear message: officers and soldiers mean nothing to you. You know that if Absalom were alive right now, we’d all be dead—would that make you happy?

Read the rest of this entry »