Apr 4

Syalom! 2 minggu yang lalu saya mendengarkan sebuah siaran radio dan kebetulan mereka membahas mengenai figure seorang ayah. Mereka mendapatkan begitu banyak sms yang menceritakan bagaimana ayah mereka mendidik mereka. Bahkan banyak di antara mereka yang merasakan kasih sayang sang ayah bukan dengan pujian atau tepukan di pundak yang menyatakan kebanggaan sang ayah. Bahkan banyak di antara mereka yang mengatakan bahwa mereka pernah mengecap apa rasanya gesper di badan mereka, bahkan ada yang mengatakan bahwa sang ayah pernah menenggelamkannya ke dalam telaga. Ini yang begitu banyak di alami oleh orang-orang di sekitar kita, bukan hanya kita saja. Banyak dari antara kita yang memiliki hubungan yang sangat buruk dengan sang ayah. Inilah yang sering diberikan oleh ayah-ayah dunia kita, sebuah kepahitan, sebuah disiplin yang keras dan berlebihan, sebuah rasa kebencian dalam hati. Saya rasa kita semua pernah merasakannya, apa saja yang sudah diberikan oleh bapa dunia kita kepada kita.

Sebaliknya, kita melihat apa saja yang sudah diberikan oleh Bapa kita yang di surga :

1. Pengampunan dosa / keselamatan ( Yoh. 3:16) . Kta semua tahu begitu besar kasih Bapa kepada kita, sehingga Ia rela memberikan anakNya untuk mati di kayu Salib. Ini adalah hadiah terbesar yang pernah kita terima, bahkan mungkin tidak akan lagi hadiah sebesar ini yang akan pernah diberikan kepada kita selama kita hidup di bumi. Tidak ada bapa yang di dunia ini yang akan bisa berbuat seperti ini.

2. Kesehatan (Yeremia 33:6) . Ini adalah janji Tuhan kepada kita. Jika kita masih bisa duduk di tempat ini saat ini, ini semua adalah karena kemurahan Tuhan, ini semua adalah karena kebaikan Tuhan. Begitu banyak berita-berita tentang penyakit yang kita dengar belakangan ini. HIV, Kanker, paru-paru, TBC, dan penyakit mematikan lainnya. Pernahkah kita berpikir bagaimana Tuhan menjaga kita dari semuanya itu ? Begitu banyak orang yang berkelebihan di luar sana, tetapi kebanyakan dari mereka tidak bisa menikmati kelebihan mereka, karena mereka tidak memiliki kesehatan seperti yang kita miliki.

Read the rest of this entry »

Nov 21

Besok, tepatnya tanggal 22 November 2007, rakyat Amerika akan merayakan hari Thanksgiving. Umumnya mereka merayakannya dengan mengadakan undangan makan malam bersama baik itu antar sesama teman atau sesama keluarga.

Thanksgiving kali ini merupakan yang ke-6 kalinya untukku. Apakah ada yang istimewa?? Oh tentunya ada…..tak lain adalah saling bertemu dan bersilaturahmi antara sesama keluarga dari pihak sang suami yang notabene berasal dari keluarga besar (sepuluh bersaudara dan suamiku adalah anggota keluarga yang termuda). Meskipun tidak lengkap karena dua orang kakak laki-lakinya telah meninggal dan dua orang kakak perempuannya tinggal jauh berlainan negara bagian, tetapi dari 5-6 anggota keluarga yang hadir dan telah mempunyai keturunan sampai ada yang di level dua di bawahnya (grandchildren/cucu-cucu) sudah sangat meramaikan suasana. Dari sanalah aku kenal satu per satu anggota keluarga dari suamiku. Tentunya tidaklah mudah karena jumlahnya yang teramat banyak. Namun begitu untukku merupakan keasyikan tersendiri dalam mengingat satu per satu nama-nama mereka.

Read the rest of this entry »

Jun 27

Apabila membaca judul di atas, terasa ada sesuatu yang harus dibanggakan sehingga siapa pun yang meng-klaim bahwa dirinya adalah sosok yang ‘so special’ setidaknya mempunyai alasan-alasan tertentu mengapa orang tersebut mengategorikan dirinya sendiri sebagai sosok yang ‘so special’, lepas dari apa yang disebut ‘narsis’, ‘PD abis’ atau sejenisnya.

Ambil contoh saja, misalnya si Penulis sendiri (jadi biar diomongin ‘narsis’ juga tidak apa-apa daripada orang lain yang terkena getahnya).

Di Lingkungan Keluarga

Do you love Ibu?”, demikian sebuah pertanyaan yang sering kutujukan kepada si Bungsu. Jawabannya selalu “YES” sambil kadang pakai malu-malu kucing mengekspresikannya atau terkadang disertai pelukan erat darinya. Duh, senang rasanya hati ini. Sambil kuelus-elus rambutnya, aku kembali berkata kepadanya, “Thank you, I love you too”.

Read the rest of this entry »