Aug 5

Aku menamainya: Jalan Cinta.

Bukan aku yang memberinya nama demikian. Tapi orang-orang itulah yang mengatakannya padaku. Kata mereka, Jalan Cinta sudah ada sejak mereka masih kecil. Sejak jiwaku dititipkan pada janin ibuku. Saat itu, penasaran aku seperti apa yang namanya Jalan Cinta. Kubayangkan Jalannya bersih. Tiada debu sama sekali. Di kanan kiri ada pepohonan rindang, karenanya tiap tarikan nafas jadi penuh rasa syukur. Tapi pepohonan saja tak cukup. Pasti ada bunga-bunga, yang berwarna-warni, yang beribu-ribu pula jumlahnya. Siang terasa nyaman, malam terasa damai. Persis seperti Surga. Tempat sebelum jiwaku ngendon dalam diri seorang manusia yang bernama perempuan. Ibuku.

Tetapi kenyataannya, Jalan Cinta itu rupanya seperti jalan biasa. Bersih juga tidak. Anak-anak debu dapat bermain sambil berlarian kesana kemari. Tiada pohon rindang yang bisa kusapa, hanya satu dua pepohonan menunggu datangnya musim semi. Dan lupakan tentang bunga. Aku tak tahu mengapa jalan itu dinamai Jalan Cinta.

Read the rest of this entry »

Mar 6

Kebutuhan terbesar manusia ialah untuk dikasihi. Sejak kita lahir hingga meninggal, kita sangat merindukan yang namanya penerimaan, pengakuan, dan perhatian. Seringkali motivasi terdalam kita untuk berbuat sesuatu di luar standar kenormalan ialah agar kita dapat diterima, diakui, dan diperhatikan. Seringkali saat-saat terburuk kehidupan kita, dimana kita menagis dan meratap tiada henti, bukanlah saat kita mengalami suatu musibah atau masalah berat, namun pada saat kita merasa tidak diterima, diperhatikan, atau diakui. Kerinduan terdalam kita ialah agar kita bisa mendapat kasih dari orang-orang yang kita anggap penting bagi kita, entah itu sahabat, kekasih, atau pemimpin. Tapi seringkali luka terdalam dalam hati kita ada ketika kita tidak mendapat kasih yang sepatutnya dari orangtua kita. Hidup kita bagaikan neraka ketika kita merasa tidak diterima, diakui, atau diperhatikan oleh orangtua kita.

Orang-orang yang besar dengan tidak mendapatkan kasih yang sepatutnya dari orangtua seringkali adalah orang-orang yang paling nekat dan ambisius dalam kehidupan. Sepanjang hidupnya dia akan berjuang mati-matian dalam studi, pekerjaan, olahraga, atau apapun juga hanya demi mendapat pengakuan sebagai kebanggaan orangtuanya. Oleh karena itu, mereka menyusahkan diri mereka dengan segala upaya yang tidak perlu hanya demi sebuah pengakuan dan penerimaan dari orangtua mereka. Keinginan setiap orangtua ialah agar anak mereka menjadi atau melebihi mereka dalam segala hal. Dan hampir semua orang di dunia ini telah mengeluarkan semua energi yang ada, demi untuk sebuah pengakuan, sebuah kasih sayang, sebuah penerimaan.

Read the rest of this entry »