Tulisan ini adalah sambungan dari tulisan pertama berjudul Teh Sariwangi
Masih berlanjut cerita tentang Teh Sariwanginya. Ternyata jika kita mau membuka pikiran kita, ada begitu banyak pelajaran yang bisa kita tarik dari sebuah iklan yang sederhana, tetapi menyentuh hati bahkan untuk beberapa orang, bisa menjadi ’sentilan’.
Hidup ini adalah suatu pilihan, itulah yang sering sekali dikatakan oleh seseorang kepada aku. Apapun yang aku pilih, akulah yang harus menanggung akibatnya, baik atau buruk. Aku tidak boleh menyalahkan siapapun untuk pilihan yang telah aku pilih. Di iklan teh sariwangi ini kita melihat bahwa sang istri adalah seorang wanita yang tahu menentukan pilihan dalam hidupnya. Mengapa begitu ?
Jika kita mau jeli untuk menilai hidup kita, dan menempatkan diri kita sebagai sang istri, seringkali kita melakukan kesalahan dalam memilih tindakan apa yang akan kita lakukan. Dalam iklan teh sariwangi ini, sang istri memilih untuk berkomunikasi. Apakah hanya itu pilihan yang dapat diambil oleh sang istri ?? Tentunya tidak. Sang istri dapat saja memilih untuk diam-diam saja, atau bahkan memarahi sang suami karena tidak menemui di restauran favoritnya.







