Mar 8

Before we go to the main point, let us read these verses first.

John 2:13 - 22 (The Message)

2:13 When the Passover Feast, celebrated each spring by the Jews, was about to take place, Jesus traveled up to Jerusalem.

2:14 He found the Temple teeming with people selling cattle and sheep and doves. The loan sharks were also there in full strength.

2:15 Jesus put together a whip out of strips of leather and chased them out of the Temple, stampeding the sheep and cattle, upending the tables of the loan sharks, spilling coins left and right.

2:16 He told the dove merchants, “Get your things out of here! Stop turning my Father’s house into a shopping mall!”

2:17 That’s when his disciples remembered the Scripture, “Zeal for your house consumes me.”

2:18 But the Jews were upset. They asked, “What credentials can you present to justify this?”

2:19 Jesus answered, “Tear down this Temple and in three days I’ll put it back together.”

2:20 They were indignant: “It took forty-six years to build this Temple, and you’re going to rebuild it in three days?”

2:21 But Jesus was talking about his body as the Temple.

2:22 Later, after he was raised from the dead, his disciples remembered he had said this. They then put two and two together and believed both what was written in Scripture and what Jesus had said.

Read the rest of this entry »

May 7

Tulisan ini adalah sambungan dari tulisan pertama berjudul Teh Sariwangi

Masih berlanjut cerita tentang Teh Sariwanginya. Ternyata jika kita mau membuka pikiran kita, ada begitu banyak pelajaran yang bisa kita tarik dari sebuah iklan yang sederhana, tetapi menyentuh hati bahkan untuk beberapa orang, bisa menjadi ’sentilan’.

Hidup ini adalah suatu pilihan, itulah yang sering sekali dikatakan oleh seseorang kepada aku. Apapun yang aku pilih, akulah yang harus menanggung akibatnya, baik atau buruk. Aku tidak boleh menyalahkan siapapun untuk pilihan yang telah aku pilih. Di iklan teh sariwangi ini kita melihat bahwa sang istri adalah seorang wanita yang tahu menentukan pilihan dalam hidupnya. Mengapa begitu ?

Jika kita mau jeli untuk menilai hidup kita, dan menempatkan diri kita sebagai sang istri, seringkali kita melakukan kesalahan dalam memilih tindakan apa yang akan kita lakukan. Dalam iklan teh sariwangi ini, sang istri memilih untuk berkomunikasi. Apakah hanya itu pilihan yang dapat diambil oleh sang istri ?? Tentunya tidak. Sang istri dapat saja memilih untuk diam-diam saja, atau bahkan memarahi sang suami karena tidak menemui di restauran favoritnya.

Read the rest of this entry »

Apr 15

Berdasarkan sejarah dari daratan China,

Zaman dahulu hiduplah seseorang yang bernama Sun Tzu, yang menuliskan strategi perang yang sangat terkenal, The Art of War.

Dia menuliskan poin-poin untuk memenangkan peperangan yang dipakai bahkan sampai saat ini oleh berbagai negara dalam menghadapi peperangan.

Salah satu poin yang paling terkenal adalah seperti berikut:

Mengetahui lawan dan dirimu sendiri akan membuatmu menang dalam 100 peperangan.

Know the enemy and know yourself; in a hundred battles you will never be in peril.

Read the rest of this entry »

Mar 24

Terkadang sulit bagi kita untuk bisa membedakan apakah yang terjadi sekarang ini adalah benar kehendak Tuhan atau semuanya terjadi karena keinginan / kehendak kita sendiri. Jika kita meminta nasihat kepada orang-orang lain, terkadang nasihat yang diberikan terdengar klise sekali, berdoa dan dekat dengan Tuhan.

Memang benar, berdoa dan dekat dengan Tuhan akan bisa membuat kita lebih mengenal Tuhan dan bukan tidak mungkin mengetahui kehendak Tuhan. Tetapi jujur, belakangan ini aku sendiri sedang dalam kebimbangan dan terkadang bingung, apakah benar semua yang terjadi dalam kehidupan aku belakangan ini adalah kehendak Tuhan ??

Read the rest of this entry »

Feb 13

Terkadang kalau kita melihat kehidupan kita bahkan keadaan kita sekarang ini, sering kita bertanya, apakah Janji-Janji Tuhan itu benar akan ditepati Tuhan ? Apakah benar rancangan Tuhan itu yang terbaik buat kita ? Apakah benar bahwa rencana Tuhan itu memang tidak akan pernah gagal ? Apakah memang Tuhan tidak mengasihi aku ?

Kemarin aku ada sharing mengenai Salomo dan dilemparkan pertanyaan, Mengapakah Salomo bisa begitu sukses, kaya dan bijaksana ? Mengapakah kita sebagai anak-anak Tuhan tidak bisa seperti Salomo ? Dan apakah yang harus diterapkan dalam kehidupan kita agar kita bisa sukses seperti Salomo ?

Read the rest of this entry »