Jun 21

How can we win when fools can be kings? (Matthew Bellamy, Black Holes and Revelations, 2006)

Kita patut bersedih, Indonesia pasca reformasi bukannya maju tetapi malah terpuruk, gema reformasi yang kaya retorika miskin substansi, yang tidak mampu me-reform bangsa dan negara. 10 tahun sudah semenjak Orde Baru tumbang, Indonesia makin jauh tertinggal ke belakang bahkan diantara negara-negara di Asia Tenggara sendiri. Thailand, Malaysia, Korea adalah negara-negara yang pernah terpuruk akibat krisis keuangan, mereka sudah bangkit, terhadap pembangunan begitu marak dan kemajuan-kemajuan disana, kita perlu sangat iri dan memandang sedih keadaan Indonesia kita sekarang ini.

Yang terjadi di Indonesia, para penguasa yang tidak mencintai bangsa dan negaranya, yang selalu bertikai untuk kepentingan kelompoknya dan membela perutnya sendiri-sendiri. DPR yang sebagian “tidur”, pejabat yang korup…. tidak ada nasionalisme, tidak mencintai bangsa dan negara. Pemimpin yang tidak tegas, takut dan sungkan pada kelompok tertentu, para pemimpin negara yang tidak dapat menyelesaikan kasus lumpur panas dan menindak yang membuat gara-gara bencana itu. Pengungsi pasca tsunami Atjeh yang masih ada tinggal di tenda-tenda hingga kini, angka kemiskinan yang bertambah, malnutrisi, dan lain-lain. Para mantan pejabat negara yang tidak ada puasnya menjadi pejabat, mantan menteri-pun masih ingin menjadi gubernur dan walikota. Para incumbent yang sudah jelas tidak mampu membangun suatu daerah masih ingin juga terpilih dalam pilkada. Menteri-menteri bidang kesejahteraan yang gagal mensejahterakan rakyat, malah sebaliknya menjadikan rakyat sengsara. Kita dipimpin oleh orang-orang yang tidak mempunyai itikad membangun negara. Mereka hanya berjuang untuk diri sendiri dan memperkaya diri dan kelompoknya.

Read the rest of this entry »

Jun 10

Kalau kembali mengingat kejadian di masa itu, aku merasa seperti orang bodoh saja yang baru belajar mengeja A B C. Bagaimana tidak?

Adalah teman dekatku ini, sebut saja Yuna. Seperti diketahui bahwa kejujuran bagiku adalah suatu hal yang penting dalam hidup ini. Tapi ternyata selain kejujuran, ada satu hal lagi yang penting dalam pergaulan, yaitu kemampuan untuk tidak mengatakan sesuatu yang tidak perlu.

Kesalahanku dalam bergaul dengan Yuna adalah terlalu jujur. Bagiku kalimat berikut adalah kalimat yang wajar untuk diucapkan sebagai teman yang membangun:
- Kamu tambah gemuk ya?
- Wajahmu jerawatan tuh, sudah coba ProActiv? Bagus tuh.
- Iya, memang kamu seperti radio. Haha..

Read the rest of this entry »