May 14

Saya tidak menyukai pekerjaan rumah tangga. Saya selalu memimpikan menjadi seorang wanita karir yang tidak perlu mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci piring, mencuci baju, menyapu, dan sebagainya. Saya ingin mencari uang dan membayar seorang asisten rumah tangga untuk melakukannya. Itulah keinginan saya.

Orang tua saya memiliki pandangan yang berbeda. Mereka selalu mengajarkan bahwa seorang wanita pasti akan masuk dapur. Dengan kata lain, seberapa keras usaha kita dan seberapa besar tenaga yang kita keluarkan untuk menghindari pekerjaan rumah tangga, kita akan tetap ke sana dan mengerjakannya. Lebih lebih lagi saat kita memutuskan untuk membangun rumah tangga dengan pasangan kita. Atau dengan kata lain, saat kita sudah menikah.

Tidak, saya tidak akan membahas tentang rumah tangga. Saya juga tidak akan menceritakan tentang bagaimana cara-cara membangun rumah tangga yang baik. Tentu saja, karena saya belum menikah dan belum ada pemikiran yang benar-benar matang ke arah sana. Saya hanya ingin membagikan sedikit kisah saya tentang apa yang dinamakan ketaatan.

Read the rest of this entry »

May 7

 

raimond and romulus

Pesan yang dibawa Alkitab sudah cukup jelas bagi kita semua, yakni kekuatan seorang ayah jasmani kita akan membuat kita sadar akan kemampuan Abba kita di Surga yang mengatasi segala sesuatu, dan kelemahan ayah jasmani kita akan membuat kita semakin sadar bahwa cuma Abba di Surga lah satu-satunya ayah ideal yang bisa kita harapkan.” - JED-ReVoLuTiA

Kenangan akan figur seorang ayah adalah sesuatu yang membekas seumur hidup seseorang. Itu jugalah yang menjadi alasan dua orang penulis kenamaan, Blake Morrison dan Raimond Gaita, menulis sebuah buku memoar mengenang ayah. Baik atau buruknya seorang ayah, tidak bisa dipungkiri, bahwa dirinya adalah pengaruh terbesar bagi hidup seseorang. Melalui film yang dibuat berdasarkan novel kisah nyata mereka, Morrison bercerita lewat “And When Did You Last See Your Father?” dan Gaita lewat “Romulus, My Father“.

And When Did You Last See Your Father?” bercerita mengenai pergumulan Blake Morrison dengan ayahnya, Arthur, selama minggu-minggu menjelang kematian sang ayah. Blake memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di Yorkshire setelah mendengar diagnosa dokter yang mengatakan ayahnya sudah mendekati kematian akibat kanker yang menggerogoti tubuhnya. Kembali pulang ke rumah demi menemani ibunya mengurus sang ayah yang dalam kondisi kritis membuat dia banyak merenung mengenai hubungannya dengan sang ayah. Mulai dari figur ayah yang ideal di matanya ketika dia masih kanak-kanak dan figur ayah yang rusak ketika dia bertumbuh dewasa dan mempelajari kedekatan ayahnya dengan wanita lain yang sangat amat bergantung pada ayahnya untuk kebutuhan emosionalnya. Blake senantiasa berteori mengenai perselingkuhan ayahnya, membenci ibunya karena kepasrahannya, dan melarikan dirinya dengan hubungan intim dengan pembantu rumah tangga di rumah mereka.

Read the rest of this entry »

May 4

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.(Mat 11:11)

Itulah perkataan Yesus tentang Yohanes. tapi siapakah Yohanes? Begitu hebatkah dia? Yohanes, ia lahir sebagai buah penantian Zakharia dan Elizabeth. Walau Zakharia sempat meragukan janji itu, namun Allah tak pernah main-main dengan perkataanNya. Kehadiran Yohanes bukan hanya untuk mejadi anak yang dinantikan bagi keluarga Zakharia dan Elizabeth tapi juga menjadi pendahulu bagi kedatangan Mesias Yang Hidup.

Tentang Yohanes, malaikat berkata,”ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.

Read the rest of this entry »

Mar 29

Begitu banyak iklan yang ditayangkan di media televisi kita, kebanyakan dari mereka tidak mendidik. Tetapi belakangan ini aku tertarik melihat iklan Teh Sariwangi, yang begitu sederhana, yet sangat mengesankan. Gambaran sebuah istri yang ideal, yang tahu bagaimana membangun komunikasi dengan sang suami. Aku berpikir, seharusnya seperti inilah keluarga Kristen.

Mengapa aku berpikir demikian ?? Kita sebagai orang Kristen sudah seharusnya mencontoh karakter Yesus dan karakter Yesus yang terbesar adalah KASIH. Bukankah dalam 1 Korintus 13 : 4 dikatakan Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.” Lantas apa hubungannya dengan iklan Teh Sariwangi ?

Read the rest of this entry »