Apr 26

Suatu malam, Yesus dan murid-murid sedang berada di Bukit Zaitun. Tidak ada yang aneh dalam pertemuan itu karena seperti biasa mereka akan berbincang-bincang dengan Sang Guru yang mereka ikuti selama ini. Tiba-tiba saja Sang Guru mulai berkata yang seram-seram, “Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai.” Mereka pun terdiam dan mulai bertanya-tanya apa yang Sang Guru maksud dengan gembala yang terbunuh dan mereka yang akan tercerai berai.

Petrus mulai menangkap arah pembicaraan dan mulai membuat pernyataan keras, “Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak.

Sebuah pernyataan yang mungkin sudah dapat ditebak dari seseorang yang berbicara dengan semangat berapi-api seperti Petrus. Semua terdiam menunggu bagaimana reaksi dari Sang Guru. Mereka pun teringat beberapa bulan silam dimana Petrus membuat semua orang kaget akan peryataan dia yang berani. Pada waktu itu Yesus bertanya kepada semua muridnya, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Pertanyaan yang membuat semua murid berpikir keras setelah semua spekulasi yang beredar bahwa Sang Guru adalah jelmaan dari Elia, Yeremia, atau nabi lain terjadi ketika Sang Guru melanjutkan pertanyaanya dengan sebuah pertanyaan yang sangat mengganggu, “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?

Read the rest of this entry »

Mar 29

Begitu banyak iklan yang ditayangkan di media televisi kita, kebanyakan dari mereka tidak mendidik. Tetapi belakangan ini aku tertarik melihat iklan Teh Sariwangi, yang begitu sederhana, yet sangat mengesankan. Gambaran sebuah istri yang ideal, yang tahu bagaimana membangun komunikasi dengan sang suami. Aku berpikir, seharusnya seperti inilah keluarga Kristen.

Mengapa aku berpikir demikian ?? Kita sebagai orang Kristen sudah seharusnya mencontoh karakter Yesus dan karakter Yesus yang terbesar adalah KASIH. Bukankah dalam 1 Korintus 13 : 4 dikatakan Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.” Lantas apa hubungannya dengan iklan Teh Sariwangi ?

Read the rest of this entry »

Mar 6

Kebutuhan terbesar manusia ialah untuk dikasihi. Sejak kita lahir hingga meninggal, kita sangat merindukan yang namanya penerimaan, pengakuan, dan perhatian. Seringkali motivasi terdalam kita untuk berbuat sesuatu di luar standar kenormalan ialah agar kita dapat diterima, diakui, dan diperhatikan. Seringkali saat-saat terburuk kehidupan kita, dimana kita menagis dan meratap tiada henti, bukanlah saat kita mengalami suatu musibah atau masalah berat, namun pada saat kita merasa tidak diterima, diperhatikan, atau diakui. Kerinduan terdalam kita ialah agar kita bisa mendapat kasih dari orang-orang yang kita anggap penting bagi kita, entah itu sahabat, kekasih, atau pemimpin. Tapi seringkali luka terdalam dalam hati kita ada ketika kita tidak mendapat kasih yang sepatutnya dari orangtua kita. Hidup kita bagaikan neraka ketika kita merasa tidak diterima, diakui, atau diperhatikan oleh orangtua kita.

Orang-orang yang besar dengan tidak mendapatkan kasih yang sepatutnya dari orangtua seringkali adalah orang-orang yang paling nekat dan ambisius dalam kehidupan. Sepanjang hidupnya dia akan berjuang mati-matian dalam studi, pekerjaan, olahraga, atau apapun juga hanya demi mendapat pengakuan sebagai kebanggaan orangtuanya. Oleh karena itu, mereka menyusahkan diri mereka dengan segala upaya yang tidak perlu hanya demi sebuah pengakuan dan penerimaan dari orangtua mereka. Keinginan setiap orangtua ialah agar anak mereka menjadi atau melebihi mereka dalam segala hal. Dan hampir semua orang di dunia ini telah mengeluarkan semua energi yang ada, demi untuk sebuah pengakuan, sebuah kasih sayang, sebuah penerimaan.

Read the rest of this entry »

Jan 25

Pemandu spiritual Brennan Manning sering berkata bahwa Allah mengasihi kita sebagaimana adanya diri kita dan bukan seperti yang seharusnya diri kita karena tidak ada dari kita yang hidup seperti sebagaimana harusnya kita hidup bagi Allah. Kasih Allah pada kita memang menakjubkan, tanpa batas, dan lebih tinggi dari apapun juga. Dalam lembar-lembar naskah Perjanjian Baru kata Gerika yang dipakai untuk menggambarkan kasih Allah adalah ‘agape’. Pemilihan kata ini memiliki arti yang sangat kuat karena agape bukan bicara mengenai kasih yang masuk akal, tapi lebih pada kasih yang diluar dari pada kewajaran.

Adalah wajar untuk mengasihi mereka yang mengasihi kita, namun adalah ketidakwajaran untuk memperlakukan mereka yang jahat kepada kita dengan perlakuan yang sama seperti terhadap mereka yang mengasihi kita. Adalah wajar untuk mengasihi sesuai dengan kebutuhan kasih yang diharapkan dari objek kasih, namun adalah ketidakwajaran untuk memberikan kasih over the limit, dengan melakukan lebih daripada yang diminta atau diharapkan.

Read the rest of this entry »

Next Entries »