Jun 13

Truth is the first casualty of war.

Image
Written and Directed by: Brian De Palma

Brian De Palma ingin negaranya menghentikan perang melalui film terbaru yang dikemasnya dengan judul Redacted. Meski sebuah “cerita fiksi” namun film ini diangkat dari true events yang diinginkannya menjadi suatu pengungkapan betapa collateral damage penyerangan/invansi Amerika Serikat ke Iraq tidak hanya menzolimi rakyat Iraq namun juga telah merusak mental para prajurit yang dikirim untuk misi tersebut. Redacted, juga terinspirasi dari Kasus Abeer Qassim al-Janabi, yaitu kejadian nyata atas pemerkosaan dan pembunuhan terhadap gadis Iraq yang berumur 14 tahun disertai dengan pembantaian terhadap keluarganya yang dilakukan oleh tentara Amerika. De Palma memfiksikan kisah ini dengan sorotan ala kamera handicam seorang amatir.

Read the rest of this entry »

May 7

 

raimond and romulus

Pesan yang dibawa Alkitab sudah cukup jelas bagi kita semua, yakni kekuatan seorang ayah jasmani kita akan membuat kita sadar akan kemampuan Abba kita di Surga yang mengatasi segala sesuatu, dan kelemahan ayah jasmani kita akan membuat kita semakin sadar bahwa cuma Abba di Surga lah satu-satunya ayah ideal yang bisa kita harapkan.” - JED-ReVoLuTiA

Kenangan akan figur seorang ayah adalah sesuatu yang membekas seumur hidup seseorang. Itu jugalah yang menjadi alasan dua orang penulis kenamaan, Blake Morrison dan Raimond Gaita, menulis sebuah buku memoar mengenang ayah. Baik atau buruknya seorang ayah, tidak bisa dipungkiri, bahwa dirinya adalah pengaruh terbesar bagi hidup seseorang. Melalui film yang dibuat berdasarkan novel kisah nyata mereka, Morrison bercerita lewat “And When Did You Last See Your Father?” dan Gaita lewat “Romulus, My Father“.

And When Did You Last See Your Father?” bercerita mengenai pergumulan Blake Morrison dengan ayahnya, Arthur, selama minggu-minggu menjelang kematian sang ayah. Blake memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di Yorkshire setelah mendengar diagnosa dokter yang mengatakan ayahnya sudah mendekati kematian akibat kanker yang menggerogoti tubuhnya. Kembali pulang ke rumah demi menemani ibunya mengurus sang ayah yang dalam kondisi kritis membuat dia banyak merenung mengenai hubungannya dengan sang ayah. Mulai dari figur ayah yang ideal di matanya ketika dia masih kanak-kanak dan figur ayah yang rusak ketika dia bertumbuh dewasa dan mempelajari kedekatan ayahnya dengan wanita lain yang sangat amat bergantung pada ayahnya untuk kebutuhan emosionalnya. Blake senantiasa berteori mengenai perselingkuhan ayahnya, membenci ibunya karena kepasrahannya, dan melarikan dirinya dengan hubungan intim dengan pembantu rumah tangga di rumah mereka.

Read the rest of this entry »

Mar 28

August Rush adalah sebuah film drama bercerita tentang “Mozart, the child prodigy zaman sekarang”, yang terpisah dari kedua orangtuanya dan tinggal di sebuah panti asuhan dengan penuh harapan bahwa suatu saat orang-tuanya akan menemukannya. Meski merupakan film yang sifatnya mystically romantic dan penuh dengan sentuhan fairy-tales element, film ini adalah sebuah film keluarga yang baik ditonton.

August Rush bukan hanya film drama, tapi sekaligus film musikal yang musiknya ditata sangat bagus dan menampilkan music dengan berbagai jenis, mulai dari classic, jazz, rock, soul, techno, latin dll., membuat film ini kaya dan imaginative ketika sound dan musiknya itu masuk ke telinga kita. Macam-macam jenis music yang ditampilkan, menunjukkan bahwa semua jenis music itu indah dan semuanya layak mendapat apresiasi.

Read the rest of this entry »

Feb 10

Directed by Joe Wright; written by Christopher Hampton, based on the novel by Ian McEwan; director of photography, Seamus McGarvey; edited by Paul Tothill; music by Dario Marianelli.

Cast :
Saoirse Ronan/ Romola Garai/ Vanessa Redgrave … Briony Tallis
James McAvoy … Robbie Turner
Keira Knightley … Cecilia Tallis

Saya suka mengamati orang, bagaimana ia bicara, duduk, jalan, berdiri,cara berjabat-tangan, memahami sorotan matanya dll. Dan mengamati orang yang paling “aman” adalah dengan menonton film. Tentunya film yang mempunyai bobot nilai-nilai kehidupan, bukan sekedar entertainment. Salah satu film baru, yang menyajikan kisah dan emosi kejiwaan manusia dan dikemas cantik dan menyentuh adalah film Atonement (2007) yang disutradarai oleh Joe Wright. Ia tergolong sutradara yang sangat muda, tetapi film-nya yang pertama yaitu Pride & Prejudice (2005) sudah mendapat tempat dalam persaingan Oscar dan mendapat beberapa nominasi. Jika Anda pernah menonton Pride & Prejudice garapannya ini adalah film adaptasi dari novel karya Jane Austen yang terbaik diantara beberapa versi cerita Pride & Prejudice yang pernah dibuat.

Read the rest of this entry »