Dec 24

Dua hari menjelang Natal tahun yang lalu, Penulis memiliki pengalaman yang mengesankan. Saat itu ramalan cuaca, baik di televisi dan informasi cuaca online menyebutkan bahwa badai salju akan menerjang dengan suhu di bawah tiga puluh dua derajat Fahrenheit (beberapa derajat di bawah suhu es). Wal-Mart, tempat kerja Penulis sudah mulai tampak sepi menjelang pukul enam malam. Biasanya ratusan customer datang untuk berbelanja, namun malam itu suasana sudah sangat lengang. Rekan-rekan sekerja yang bertugas malam hari hingga dini hari sudah mulai menelepon untuk absen diri, sedangkan rekan-rekan lainnya sudah banyak yang meninggalkan pekerjaan menjelang pukul tujuh malam.


Saat itu Penulis masih bertahan untuk tidak meninggalkan pekerjaan hingga pukul delapan lewat tiga puluh menit waktu Pennsylvania. Beberapa rekan ada yang bersedia tinggal di tempat kerja dan para Manager sudah bersiap sedia untuk tinggal hingga dini hari. Itulah salah satu resiko dan bentuk tanggung jawab para Manager mengingat tempat kerja Penulis tetap buka selama dua puluh empat jam sehari dan tujuh hari dalam seminggu walau badai salju menerjang sekalipun.

Tanpa berpikir bahwa badai salju telah berselang lebih awal, Penulis mengenakan seluruh perlengkapan, dari scarf, kaos tangan dan jaket khusus musim dingin. Ternyata udara di luar sangat super dingin – di luar dugaan Penulis. Salju sudah turun cukup lebat walau permukaan jalan masih belum tertutup salju. Hanya berjalan sekitar tiga puluh meter dari pintu masuk menuju ke mobil, tangan Penulis sudah terasa dingin dan kaku. Sialnya, sewaktu Penulis berusaha membuka pintu mobil, ternyata tidak dapat dibuka. Penulis mencobanya berulang kali tetapi tetap tidak dapat dibuka padahal seingat Penulis, mobil tersebut biar pun keluaran sepuluh tahun yang lalu tidak bermasalah sedikit pun.

Read the rest of this entry »

Dec 25

Just finish the Christmas Celeberation tanggal 21 Desember kemarin.  Sederhana but sangat berkesan di hati. Terutama memang hal ini sudah di rencanakan dengan matang sejak 2 bulan lalu.  Memang melelahkan tetapi setelah melihat hasilnya, seluruh kelelahan hilang dan berganti menjadi rasa bangga.

Aku terkesan sekali dengan suatu drama sederhana dimana drama tersebut menceritakan seorang penjual salib. Setelah lelah berkeliling menjual salib tanpa hasil, akhirnya sang penjual memutuskan untuk memberikan salibnya dengan gratis.  Dia menggelar dagangannya di depan sebuah rumah besar. Keluar sang nyonya pemilik rumah, dan memarahinya karena dia menjual salibnya dan bahkan menolak salib yang diberikan dengan gratis.

Sang penjual memutuskan pindah ke sebuah lapangan dan mulai lagi menggelar salib-salibnya.  Datanglah seorang anak muda.  Sang anak muda ini tertarik dengan salib-salib yang di gelar.  Dia bertanya kepada sang penjual apakah ada salib yang menurut sang penjual cocok dengannya.  Sang penjual pun mengatakan karena dia masih muda, maka ditawarkanlah salib yang lumayan besar, terbuat dari kayu yang belum di poles.  Sang pemuda menolak dengan tegas dan mengatakan bahwa salib tersebut kurang trendi dan tidak menarik.  Akhirnya dia mengambil salib dengan ukuran sedang yang ingin digunakannya untuk menarik perhatian.  Sang penjual mengatakan anak muda jaman sekarang hanya menginginkan sesuatu yang simple, yang mudah, dan tidak mau menerima tanggung jawab yang lebih besar.

Read the rest of this entry »

Dec 25

Seberapa banyak yang Anda ketahui mengenai kisah Natal di Alkitab? Ini yang menjadi pertanyaan kami pada kesempatan ini. Pesan Natal pada masa kini sudah terdirstorsi oleh banyaknya pernak-pernik yang diasosiasikan mengenai Natal. Dimulai dari penetapan Natal yang jatuh pada tanggal 25 Desember yang tidak didukung oleh fakta sejarah maupun logis ilmiah. Kemudian beragam kisah yang tidak ada hubungannya dengan Natal pun dimasukan, yang paling terkenal tentunya Sinter Klas dengan Piet Hitam. Natal adalah lebih dari sekedar pohon cemara, salju, atau lagu-lagu Natal. Natal bicara mengenai mujizat terbesar sepanjang zaman: Allah mau merendahkan diriNya dan menjadi sama dengan ciptaanNya: menjadi bayi manusia yang tidak berdaya. Oleh karena itu kami memberikan kuis ini kepada para pembaca sekalian, untuk mengukur seberapa kita mengenali kisah Natal yang asli di dalam Alkitab. Selamat mengerjakan dan Selamat Natal 2008.

Seberapa Banyak Anda Tahu Mengenai Natal
1) Dimanakah Yesus dilahirkan?
Nazaret
Yerusalem
Betlehem
Galilea
Powered By:

QUIZYOURFRIENDS.com

Dec 22

Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. (Yesaya 9:5 )

“Natal” dalam bahasa Mandarin adalah ??? - “shèng dàn jié” (harfiah : festival of sacred birth, perayaan kelahiran suci). Kalau diambil dari persamaan bunyi, ada kata ?? - “sh?ng dàn” berarti “telur menetas“. Telur senantiasa bermakna kehidupan. Kita juga melakukan “tradisi” peringatan Paskah dengan telur, yang diartikan sebagai lambang cikal bakal kehidupan. Kelahiran Kristus adalah wujud janji Allah yang dikumandangkan sejak Adam-Hawa jatuh ke dalam dosa (Kejadian 3:15) dan disampaikan berulang-ulang dalam Perjanjian Lama, yang paling jelas pada Yesaya 7:14 yang menulis seorang perawan akan melahirkan seorang Bayi-perjanjian. Kedatangan Kristus yang lahir dengan cara alami dan manusiawi ini memberikan anugerah kehidupan yang kekal bagi siapa saja yang percaya kepadaNya.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)

Read the rest of this entry »

Dec 20

Di sudut jalan anak itu berdiri, dalam balutan pakaian yang rapih sambil mendekap tasnya. Sesekali ia melirik ke jalan di depannya seperti sedang menantikan seseorang, atau mungkin takut terlihat? Entahlah. Wajah polosnya terus tertunduk sambil sesekali mencari di antara lalu lalang orang berpakaian bagus, menenteng tas tangan dalam dandanan mentereng menuju gereja. Alunan lagu-lagu natal terdengar sayup dari rumah-rumah disekelilingnya.

Tak lama menunggu, anak itu terlihat gembira dengan kedatangan gadis kecil lainnya dari sisi jalan yang berbeda. Celotehan gembira terdengar di antara keduanya sambil menuju sebuah sekolah untuk merayakan Natal. Natal malam itu begitu meriah dalam keceriaan yang indah….

Malam pun makin larut. Ragu si anak menghampiri pintu rumahnya. Dan benar saja sang bunda telah menanti disana. “Kemana saja kamu? Anak nakal! Tahu tidak kamu hanya membawa bara api dengan kepergianmu itu!” Terpaku… gadis mungil itu hanya bisa terdiam sambil beringsut masuk ke rumah diiringi tatapan kemarahan sang bunda. Di dalam ia masih harus berhadapan dengan tatapan tajam sang ayah. Ia tak pernah mengerti… Natal yang katanya penuh sukacita justru membuatnya dihempas dalam kemarahan sang bunda. Tapi dalam dirinya, cerita Natal itu jadi penghiburan yang memberi kekuatan..dalam tiap doa-doanya.

Read the rest of this entry »

« Previous Entries