May 13

Yang Maha Tahu
kutak dapat memahami
saat ‘Jangan!’
Engkau katakan kepadaku
kuingin tuntaskan segala perkara
tanpa menunggu terlalu lama
aku tahu apa yang kurasa

sekali lagi Engkau berulang ‘Jangan!’
apakah maksud-Mu?
aku ingin pergi ke arah sana
namun Engkau tunjukkan ke arah lain
aku tak memahami
apakah maksud-Mu?
Read the rest of this entry »

Apr 24

Dua hari yang lalu saat berkunjung ke situs GCM, tiba-tiba saja Penulis sangat tertarik dengan sebuah kolom yang menyadur pengajaran dari (Alm) Derek Prince yang membahas tentang ayat Mazmur yang berbunyi demikian:

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. (Mazmur 23:4)

Berikut di bawah ini merupakan paragraf terakhir yg menarik menurut Penulis sebagai penutup dari renungannya itu. Beliau menuliskan seperti di bawah ini:
Read the rest of this entry »

Apr 22

saat kumerasa gundah gulana
aku tak menemukan penghiburan-Mu
aku mencari hingga ujung tanpa akhir
tak satu pun kulihat seuntai katamu
sampai aku terdiam membisu

saat kumelihat hidup tanpa asa
aku harap ada semangat mengobarkanku
hanya Engkau jalan yang kutuju
namun tak satu pun kudengar Engkau berucap
sampai aku tertidur kelelahan
Read the rest of this entry »

Feb 6

Sebuah suku Indian memiliki cara yang unik untuk mendewasakan anak laki-laki dari suku mereka. Jika seorang anak dianggap cukup umur untuk didewasakan, maka ia akan dibawa pergi oleh seorang pria dewasa yang bukan sanak saudaranya dengan mata tertutup.

Anak laki-laki tersebut akan dibawa jauh menuju hutan yang paling dalam. Ketika hari sudah sangat gelap, tutup mata sang anak dibuka, dan orang yang menghantarnya akan meninggalkannya sendirian. Anak itu akan dinyatakan lulus dan diterima sebagai pria dewasa, jika ia tidak berteriak atau menangis hingga malam berlalu.

Malam akan menjadi begitu pekat, sehingga sang anak tidak dapat melihat telapak tangannya sendiri - begitu gelap dan sang anak begitu ketakutan. Hutan mengeluarkan suara-suara yang menyeramkan, auman serigala, bunyi dahan bergemerisik, membuat ia semakin ketakutan. Namun ia harus tetap diam - tidak berteriak atau menangis. Ia harus berusaha agar lulus dalam ujian. Satu detik terasa berjam-jam, satu jam serasa bertahun-tahun lamanya. Ia tidak dapat melelapkan mata sedetikpun. Keringat akan mengucur deras dari tubuhnya.

Read the rest of this entry »