Seorang saudari seiman pernah berkata pada saya,
God is too wise to be mistaken
God is too good to be unkind
So, when you don’t understand,
When you can’t see his plan
And when you can’t trace His hand
TRUST HIS HEART.
Saat saya membacanya kembali, saya merasa malu. Bukan karena saya malu karena saya tidak bijaksana, bukan juga malu karena saya tidak baik, namun saya malu dengan kadar kepercayaan saya. Saya mungkin sering mengungkapkan bahwa kita harus percaya pada Tuhan, percaya bahwa segalanya akan menjadi baik, percaya bahwa dia mengasihi kita dan Dia akan memberi yang terbaik, percaya bahwa Dia mengasihi kita, namun saat keadaan berubah, saya bimbang.
Saat cobaan menghadang saya, saya merasa ragu. Di satu sisi, saya berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa Allah adalah lebih besar dari apapun. Saya juga sering melakukan self affirmation pada diri sendiri. Saya mengatakan, “Semua akan baik-baik saja, kamu akan melewati semua ini, Tuhan ada di pihakmu”. Memang saya mengatakannya. Mulut saya mengucapkannya berkali-kali. Namun rupanya hati saya tidak.






