Jun 27

Rabu kemarin, seperti biasa ada komsel di daerah kompleks kami. Saya tertarik dengan apa yang dibawakan saat itu. Satu pertanyaan yang sempat membuatku berpikir : Who Am I ? (Siapakah saya?). Pertanyaan tersebut sempat membuat saya bingung bagaimana menjawabnya.

Who am I in God’s Eyes ? (Siapakah saya di hadapan Tuhan? ). Jika pertanyaan tersebut dilemparkan kepada kalian, apakah yang akan menjadi jawaban kalian ? Atau apakah kalian akan seperti saya, tertegun sejenak dan merasa bahwa sebenarnya terkadang kita bahkan tidak mengetahui diri kita sendiri. Ada banyak orang yang akan langsung bisa menjawab saya adalah orang Kristen, saya adalah orang yang diberkati Tuhan, saya adalah pelayan Tuhan yang aktif dan lain sebagainya. Tetapi ada banyak pula orang yang menjawabnya dengan jawaban negatif seperti : saya adalah orang yang dikutuk Tuhan, saya adalah orang yang dijauhi Tuhan, saya adalah orang yang tidak layak dihadapan Tuhan.

Jujur saya merasa bahwa jika saya menjawab bahwa saya adalah orang yang diberkati Tuhan, orang yang di sayang Tuhan, saya merasa bahwa orang akan menilai saya sombong, bahkan saya merasa bahwa saya terlalu sombong. Sedangkan jika saya menjawab bahwa saya adalah orang yang dijauhi Tuhan atau orang yang tidak layak dihadapan Tuhan, saya merasa tidak seperti itu, karena begitu banyak berkat Tuhan yang saya rasakan, begitu banyak jamahan Tuhan yang diberikan kepada, dan lebih daripada itu, saya bisa merasakan bahwa Tuhan dekat dengan saya.

Read the rest of this entry »

May 27

Filipi 2:14: Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan

Menjadi pecinta Tuhan bukanlah hal yang mudah. Beberapa orang malah hidup lebih menderita daripada sebelumnya. Mungkin hidupnya yang lama, sebelum menerima Tuhan, mereka baik-baik saja. Semua serba indah, tidak ada masalah. Namun setelah dia menerima Tuhan dalam hatinya, dia mulai dihadapkan dengan suatu situasi yang membuat dia kecewa, atau malah merasa tidak berdaya.

Jadi pengikut Kristus bukan berarti semua akan baik baik saja dan selalu bahagia. Bahkan jika kita hidup sehari-hari dengan saudara dan saudari seiman pun, kita juga dapat merasa tersandung, atau malah, menyandung. Disadari atau pun tidak, kadang tindakan atau kata-kata kita menyinggung orang lain. Mungkin kita tidak bermaksud untuk berbuat demikian, namun hal itu terjadi.

Read the rest of this entry »

May 14

Saya tidak menyukai pekerjaan rumah tangga. Saya selalu memimpikan menjadi seorang wanita karir yang tidak perlu mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci piring, mencuci baju, menyapu, dan sebagainya. Saya ingin mencari uang dan membayar seorang asisten rumah tangga untuk melakukannya. Itulah keinginan saya.

Orang tua saya memiliki pandangan yang berbeda. Mereka selalu mengajarkan bahwa seorang wanita pasti akan masuk dapur. Dengan kata lain, seberapa keras usaha kita dan seberapa besar tenaga yang kita keluarkan untuk menghindari pekerjaan rumah tangga, kita akan tetap ke sana dan mengerjakannya. Lebih lebih lagi saat kita memutuskan untuk membangun rumah tangga dengan pasangan kita. Atau dengan kata lain, saat kita sudah menikah.

Tidak, saya tidak akan membahas tentang rumah tangga. Saya juga tidak akan menceritakan tentang bagaimana cara-cara membangun rumah tangga yang baik. Tentu saja, karena saya belum menikah dan belum ada pemikiran yang benar-benar matang ke arah sana. Saya hanya ingin membagikan sedikit kisah saya tentang apa yang dinamakan ketaatan.

Read the rest of this entry »

Apr 24

Dua hari yang lalu saat berkunjung ke situs GCM, tiba-tiba saja Penulis sangat tertarik dengan sebuah kolom yang menyadur pengajaran dari (Alm) Derek Prince yang membahas tentang ayat Mazmur yang berbunyi demikian:

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. (Mazmur 23:4)

Berikut di bawah ini merupakan paragraf terakhir yg menarik menurut Penulis sebagai penutup dari renungannya itu. Beliau menuliskan seperti di bawah ini:
Read the rest of this entry »

Apr 15

Beberapa minggu yang lalu saya dan teman-teman melakukan perjalanan ke luar kota.Memang sih jaraknya tidak terlalu jauh sampai bermil-mil, tetapi karena adanya hambatan dalam perjalanan, kami terpaksa bertahan dan menempuhnya dalam waktu 6 jam. Perjalanan ke kota ini biasanya kami tempuh dalam waktu dua jam saja, karena lokasinya hampir bersebelahan dengan kota tempat kami tinggal.

Dalam perjalanan tersebut, beberapa teman merasa tidak enak badan dan mual karena terkena goncangan dalam mobil. Maklum saja, jalan yang kami lalui berliku-liku serta tidak rata. Ditutupnya beberapa jalan utama membuat kami harus melewati jalan alternatif yang cukup kecil dan tidak beraspal. Selain itu, beberapa orang penduduk yang tinggal di sana juga terus menagih uang pada kami karena kami melewati jalan depan tempat tinggal mereka. Mereka merasa kehidupan mereka terganggu dengan keramaian kendaraan yang muncul sejak jalan utama antar kota tersebut ditutup. Kami pun memakluminya.

Read the rest of this entry »

« Previous Entries