Aug 4

Siapakah yang menguasai hatiku? Belakangan ini selalu saja pertanyaan ini muncul. Binun juga jawabnya karena aku pun tak tau mau menyebut siapa penguasanya. Secara logika, harusnya aku berkata kalau Kristus-lah yang menjadi penguasa hatiku, namun aku harus jujur padaNya.

Saat aku merasa iri hati, maka keinginan dagingku-lah yang menjadi penguasa hatiku. Saat aku merasa rendah diri, maka intimidasi-lah yang menjadi penguasa hatiku. Saat aku merasa sakit hati dan tidak mau mengampuni, maka aku telah menyangkali karya salib Kristus. Saat aku lebih memilih untuk membeli apapun yang aku suka padahal belum tentu aku perlukan, maka aku telah menjadikan keinginan mata sebagai penguasa hati ini. Saat aku meremehkan orang lain, maka hati ini telah dikuasai oleh keangkuhan hidup. Saat aku lebih memikirkan pasanganku daripada Tuhan, maka aku telah mempunyai berhala dalam hidupku. Saat aku kembali jatuh dalam dosa, maka aku mengingkari darah penebusan yang sudah Kristus berikan padaku secara gratis.

Apakah yang paling kuanggap berharga dalam hidup ini? Logika ini tentunya memilih TUHAN sebagai sosok yang paling berharga dalam hidup ini, namun dalam praktek sehari-hari aku seringkali memilih yang lain.

Read the rest of this entry »

Aug 3

Bapa..
Kau tahu? berapa kalipun aku melihat video flash ini..aku selalu merasa ingin menangis.
Benar..aku ingin menangis.
Menyadari betapa lemahnya aku ini.. Betapa aku mudah menyerah oleh karena keadaan. Padahal seharusnya aku tahu, dalam dunia yang keras ini..perlindungan dan kekuatanMu selalu menyertai aku. Dalam setiap keadaan. Meskipun aku telah menyerah. Meskipun aku merasa kalah.

Read the rest of this entry »

Jul 20

Berbincang-bincang dengan orang Kristen membahas tentang Yesus bisa terkadang menggelikan. Banyak kali lawan bicara saya berbicara dengan berapi-api tentang Yesus yang mereka kenal. Herannya saya merasa mereka sedang membicarakan Yesus yang lain dari yang saya kenal lewat Alkitab. Yang membuat saya bertambah heran ialah banyaknya orang yang tidak mengenal Jesus of the Bible, melainkan hanya mengenal Jesus of the Mythology.

Ada kawan yang menggambarkan Yesus sebagai pribadi baik yang akan mengabulkan semua permintaan kalo kita adalah orang Kristen baik-baik, tidak memiliki catatan kejahatan, tampan atau cantik, dan terutama ialah rutin mengembalikan persepuluhan. Kalau doa kita tidak terjawab, penyebabnya pasti tidak jauh-jauh dari kurang iman atau ada dosa tersembunyi yang belum dibereskan. Kalau ternyata yang bersangkutan tidak terlihat kurang gizi (baca: iman) maka mungkin saja Tuhan sedang menyuruh dia menunggu waktu Tuhan. Yesus seperti ini sangat senang memberkati umatnya dengan berbagai hal yang luks seperti rumah baru, mobil baru, dan segala hal yang ‘stylish’ dari Tuhan yang ‘cool’ dan berselera baik. Celakanya gambaran Yesus seperti itu lebih menyerupai Santa Claus di kebudayaan barat dan Budai di kebudayaan Timur dibanding Yesus yang ada di Alkitab. Gambaran tersebut menekankan pada posisi Tuhan sebagai pemberi keinginan manusia dengan prasyarat, yakni apakah anda disukai oleh Dia?.

Read the rest of this entry »