Sep 27

Lomba ini terbuka untuk siapa saja, baik pria ataupun wanita, tua ataupun muda, anak-anak, remaja, maupun dewasa, kaya ataupun miskin, berpendidikan ataupun tidak, berprofesi ataupun tidak, siapa saja dan tidak pandang bulu dapat mengikuti lomba ini dengan merebut total hadiah sebesar 1 M Rupiah.

Adapun jenis lombanya adalah mencari jalan Tuhan! Silahkan anda berlomba-lomba untuk mencari jalan Tuhan ini. Tidak ada persyaratan lain, karena sang Juri adalah Tuhan itu sendiri. Total hadiah 1 M, bukanlah apa-apa, itu masih hadiah tahap pertama. Sedangkan hadiah tahap kedua, adalah kedamaian hati bagi para Pemenangnya dengan hadiah tahap ketiganya, alias puncaknya adalah jaminan masuk ke kerajaan surga.

Apabila anda membaca judul di atas tanpa membaca keterangan di bawahnya, saya yakin anda akan langsung tertarik, minimal ingin tahu lomba macam apa yang sedang diselenggarakan. Setelah anda membaca keterangan di bawahnya, maka saya yakin akan ada dua kemungkinan, apakah anda akan tertarik untuk mengikuti lomba ini ataukah sebaliknya, dalam arti tidak akan mengikuti lomba ini. Alasannya tentu bisa bermacam-macam, mungkin merasa bahwa lomba ini hanya mainan saja, ataukah mungkin bingung dibuatnya, karena di sana tidak ada ketentuan-ketentuan lombanya dan siapakah Panitianya. Sang Juri adalah Juri tunggal dan si Pemilik Keputusan. Oleh karena tidak ada Panitia, maka apabila anda ingin menanyakan sesuatu tentang lomba ini, silahkan kirimkan pertanyaan anda langsung kepada Sang Juri.

Read the rest of this entry »

Jun 21

How can we win when fools can be kings? (Matthew Bellamy, Black Holes and Revelations, 2006)

Kita patut bersedih, Indonesia pasca reformasi bukannya maju tetapi malah terpuruk, gema reformasi yang kaya retorika miskin substansi, yang tidak mampu me-reform bangsa dan negara. 10 tahun sudah semenjak Orde Baru tumbang, Indonesia makin jauh tertinggal ke belakang bahkan diantara negara-negara di Asia Tenggara sendiri. Thailand, Malaysia, Korea adalah negara-negara yang pernah terpuruk akibat krisis keuangan, mereka sudah bangkit, terhadap pembangunan begitu marak dan kemajuan-kemajuan disana, kita perlu sangat iri dan memandang sedih keadaan Indonesia kita sekarang ini.

Yang terjadi di Indonesia, para penguasa yang tidak mencintai bangsa dan negaranya, yang selalu bertikai untuk kepentingan kelompoknya dan membela perutnya sendiri-sendiri. DPR yang sebagian “tidur”, pejabat yang korup…. tidak ada nasionalisme, tidak mencintai bangsa dan negara. Pemimpin yang tidak tegas, takut dan sungkan pada kelompok tertentu, para pemimpin negara yang tidak dapat menyelesaikan kasus lumpur panas dan menindak yang membuat gara-gara bencana itu. Pengungsi pasca tsunami Atjeh yang masih ada tinggal di tenda-tenda hingga kini, angka kemiskinan yang bertambah, malnutrisi, dan lain-lain. Para mantan pejabat negara yang tidak ada puasnya menjadi pejabat, mantan menteri-pun masih ingin menjadi gubernur dan walikota. Para incumbent yang sudah jelas tidak mampu membangun suatu daerah masih ingin juga terpilih dalam pilkada. Menteri-menteri bidang kesejahteraan yang gagal mensejahterakan rakyat, malah sebaliknya menjadikan rakyat sengsara. Kita dipimpin oleh orang-orang yang tidak mempunyai itikad membangun negara. Mereka hanya berjuang untuk diri sendiri dan memperkaya diri dan kelompoknya.

Read the rest of this entry »

May 27

Masih bisa ingat kah kita waktu pertama kali kita lahir baru dan mengasihi Kristus dengan kasih mula-mula kita? Apa saja yang kita lakukan saat itu sebagai wujud ekspresi cinta kita pada Kristus? Yuk kita coba bagi-bagi kisah ini dengan satu atau dua orang yang ada di sekitar kita saat ini.

Kalau saya, tidak banyak yang saya ingat tentang kisah cinta mula-mula saya dengan Kristus. Saya hanya menjadi lebih rajin untuk berdoa, membaca kitab suci, terbenam dalam pengajaran rasul-rasul dan memperbanyak waktu berkumpul dalam komunitas orang percaya. Rasanya tidak ingin melewatkan sedetik pun tanpa memikirkan atau membahas kasih Kristus yang begitu dahsyat dalam hidup ini. Setiap waktu yang saya lalui terisi dengan senandung ucapan syukur. Hal-hal sederhana mampu membuat saya tersungkur di hadapan Kristus untuk mengucap syukur. Semuanya benar-benar terlihat menakjubkan bagi saya yang saat itu baru saja mengalami kasih mula-mula. Namun sebagai manusia, ada kalanya saya mengalami kejenuhan dan saat-saat seperti itulah saya harus benar-benar waspada karena kasih tersebut sangat rentan untuk luntur atau berkurang kadar antusiasnya.

Mari kita coba baca di kitab Wahyu 2:2-7. Ayat 4 dan 5 sangat menempelak hati saya ketika saya mendalami maknanya.

Read the rest of this entry »