May 14

Saya tidak menyukai pekerjaan rumah tangga. Saya selalu memimpikan menjadi seorang wanita karir yang tidak perlu mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci piring, mencuci baju, menyapu, dan sebagainya. Saya ingin mencari uang dan membayar seorang asisten rumah tangga untuk melakukannya. Itulah keinginan saya.

Orang tua saya memiliki pandangan yang berbeda. Mereka selalu mengajarkan bahwa seorang wanita pasti akan masuk dapur. Dengan kata lain, seberapa keras usaha kita dan seberapa besar tenaga yang kita keluarkan untuk menghindari pekerjaan rumah tangga, kita akan tetap ke sana dan mengerjakannya. Lebih lebih lagi saat kita memutuskan untuk membangun rumah tangga dengan pasangan kita. Atau dengan kata lain, saat kita sudah menikah.

Tidak, saya tidak akan membahas tentang rumah tangga. Saya juga tidak akan menceritakan tentang bagaimana cara-cara membangun rumah tangga yang baik. Tentu saja, karena saya belum menikah dan belum ada pemikiran yang benar-benar matang ke arah sana. Saya hanya ingin membagikan sedikit kisah saya tentang apa yang dinamakan ketaatan.

Read the rest of this entry »

Feb 13

Terkadang kalau kita melihat kehidupan kita bahkan keadaan kita sekarang ini, sering kita bertanya, apakah Janji-Janji Tuhan itu benar akan ditepati Tuhan ? Apakah benar rancangan Tuhan itu yang terbaik buat kita ? Apakah benar bahwa rencana Tuhan itu memang tidak akan pernah gagal ? Apakah memang Tuhan tidak mengasihi aku ?

Kemarin aku ada sharing mengenai Salomo dan dilemparkan pertanyaan, Mengapakah Salomo bisa begitu sukses, kaya dan bijaksana ? Mengapakah kita sebagai anak-anak Tuhan tidak bisa seperti Salomo ? Dan apakah yang harus diterapkan dalam kehidupan kita agar kita bisa sukses seperti Salomo ?

Read the rest of this entry »

Jan 2

Amsal 3:5
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu,
dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

Anak : Ayah, aku minta sepeda motor dunk

Ayah : Tidak nak, belum waktunya

Anak : Tapi aku ingin menggunakannya. Aku melihat Kak Rony menggunakannya ke sekolah, aku ingin memiliki sepeda motor sendiri yah.

Ayah : Dia sudah berumur 18 tahun nak, lagipula dia dapat mengemudikannya. Nanti saja saat kamu sudah cukup umur dan mampu menyetir sepeda, ayah belikan sepeda motor untukmu. Ok?

Anak : Ayah jahat! (berlalu sambil mengomel)

Read the rest of this entry »