Tulisan ini adalah sambungan dari tulisan pertama berjudul Teh Sariwangi
Masih berlanjut cerita tentang Teh Sariwanginya. Ternyata jika kita mau membuka pikiran kita, ada begitu banyak pelajaran yang bisa kita tarik dari sebuah iklan yang sederhana, tetapi menyentuh hati bahkan untuk beberapa orang, bisa menjadi ’sentilan’.
Hidup ini adalah suatu pilihan, itulah yang sering sekali dikatakan oleh seseorang kepada aku. Apapun yang aku pilih, akulah yang harus menanggung akibatnya, baik atau buruk. Aku tidak boleh menyalahkan siapapun untuk pilihan yang telah aku pilih. Di iklan teh sariwangi ini kita melihat bahwa sang istri adalah seorang wanita yang tahu menentukan pilihan dalam hidupnya. Mengapa begitu ?
Jika kita mau jeli untuk menilai hidup kita, dan menempatkan diri kita sebagai sang istri, seringkali kita melakukan kesalahan dalam memilih tindakan apa yang akan kita lakukan. Dalam iklan teh sariwangi ini, sang istri memilih untuk berkomunikasi. Apakah hanya itu pilihan yang dapat diambil oleh sang istri ?? Tentunya tidak. Sang istri dapat saja memilih untuk diam-diam saja, atau bahkan memarahi sang suami karena tidak menemui di restauran favoritnya.
Setiap pilihan yang kita ambil akan memberikan hasil yang berbeda-beda. Jika saja sang istri dalam iklan teh sariwangi ini memilih untuk diam saja, maka hal yang kecil ini akan menjadi akar kepahitan dalam hati, akan menjadi sesuatu yang akan selalu mengganjal pikirannya, dan bukan tidak mungkin malah membuat sang istri memiliki kecurigaan. Ataupun jika sang istri memilih untuk memarahi sang suami yang kemungkinan besar akan menimbulkan pertengkaran yang akan diakhiri dengan sakit hati sang istri, sakit hati sang suami etc etc.
Semua sangatlah mungkin terjadi karena kita hidup di dunia yang penuh dengan pilihan. Pilihan manakah yang akan kita ambil itu adalah sepenuhnya berada dalam kontrol kita, kecuali tentu saja jika dalam keadaan ditodong atau terancam. Ada begitu banyak pilihan yang harus kita pilih dan terkadang pilihan itu memberikan hasil yang tidak memuaskan atau bahkan mengecewakan kita. Tetapi kita harus berani bertanggung jawab dengan pilihan yang kita ambil.
Sayang, yang sering terjadi malah sebaliknya. Banyak orang Kristen yang mengambil pilihan yang salah, dan kemudian menyalahkan Tuhan ketika pilihannya ternyata bukanlah pilihan yang tepat atau pilihan yang mengecewakannya. Apakah adil jika kita menyalahkan Tuhan atas pilihan hidup kita sendiri ??? Rasanya sangatlah tidak adil.
Sejak jamannya Adam dan Hawa, manusia sudah diberikan kebebasan untuk menentukan jalan hidupnya masing-masing. Sebenarnya bukanlah hal yang mustahil jika Tuhan mau menempatkan 2 orang malaikat dengan pedang yang bernyala-nyala untuk menjaga pohon pengetahuan yang baik dan jahat tersebut bukan ? Tetapi Tuhan tidak mau melakukan itu. Tuhan ingin manusia bisa memilih sendiri pilihan hidupnya tetapi pada saat yang bersamaan, bertanggung jawab atas pilihan yang telah diambilnya.
Lantas apakah pilihan yang salah berarti akan selalu membuat kita terpuruk atau hidup dalam dosa ??? Sekali lagi, Tuhan memberikan pilihan bagi kita, kembali ke jalan Tuhan dan hidup bersama dengan Dia, atau tetap pada pilihan yang dipilihnya atau hanya meratapi pilihan yang salah tersebut.
Pilihan hidup kita ada di tangan kita, biarlah kita boleh meminta hikmat dari Tuhan, untuk menolong kita menentukan pilihan yang tepat dalam hidup kita. Dan jika kita memilih pilihan yang salah, jangan pernah takut untuk kembali bangkit, minta ampun kepada Tuhan dan mengambil pilihan yang benar. Bukan soal benar atau salah tetapi yang penting bagi Tuhan adalah Respon kita. Janganlah pernah menyalahkan Tuhan atas pilihan yang kita ambil sendiri.
God Bless All

















May 12th, 2008 at 6:22 pm
nice. perlu ada tindakan dari kita untuk merealisasikan apa yang Tuhan mau.