Who Am I ?

Rabu kemarin, seperti biasa ada komsel di daerah kompleks kami. Saya tertarik dengan apa yang dibawakan saat itu. Satu pertanyaan yang sempat membuatku berpikir : Who Am I ? (Siapakah saya?). Pertanyaan tersebut sempat membuat saya bingung bagaimana menjawabnya.

Who am I in God’s Eyes ? (Siapakah saya di hadapan Tuhan? ). Jika pertanyaan tersebut dilemparkan kepada kalian, apakah yang akan menjadi jawaban kalian ? Atau apakah kalian akan seperti saya, tertegun sejenak dan merasa bahwa sebenarnya terkadang kita bahkan tidak mengetahui diri kita sendiri. Ada banyak orang yang akan langsung bisa menjawab saya adalah orang Kristen, saya adalah orang yang diberkati Tuhan, saya adalah pelayan Tuhan yang aktif dan lain sebagainya. Tetapi ada banyak pula orang yang menjawabnya dengan jawaban negatif seperti : saya adalah orang yang dikutuk Tuhan, saya adalah orang yang dijauhi Tuhan, saya adalah orang yang tidak layak dihadapan Tuhan.

Jujur saya merasa bahwa jika saya menjawab bahwa saya adalah orang yang diberkati Tuhan, orang yang di sayang Tuhan, saya merasa bahwa orang akan menilai saya sombong, bahkan saya merasa bahwa saya terlalu sombong. Sedangkan jika saya menjawab bahwa saya adalah orang yang dijauhi Tuhan atau orang yang tidak layak dihadapan Tuhan, saya merasa tidak seperti itu, karena begitu banyak berkat Tuhan yang saya rasakan, begitu banyak jamahan Tuhan yang diberikan kepada, dan lebih daripada itu, saya bisa merasakan bahwa Tuhan dekat dengan saya.

Saya belajar ternyata, bagaimanapun keadaan kita, untuk Tuhan kita adalah :
1. Biji MataNya. (Ulangan 32:10)
Saya rasa kita semua setuju bahwa kita akan selalu menjaga biji mata kita dari segala masalah. Bahkan kita akan merasa terganggu jika ada debu yang masuk ke dalam mata kita. Demikianlah kita, biji mataNya Tuhan, yang pasti akan selalu dijagaNya dan dilindungiNya. Tetapi bukan berarti tidak akan ada lagi masalah di dalam kehidupan kita. Bahkan lebih dari itu, pada saat kita dijadikan biji mataNya, akan semakin banyak debu yang di terbangkan angin yang akan masuk ke dalamnya. Akan begitu banyak masalah dan problema yang akan terus datang silih berganti. Seperti Ayub yang begitu banyak mengalami penderitaan tetapi keluar sebagai pemenang, demikianlah kita sebagai biji mataNya Tuhan. Debu boleh banyak datang dan mengganggu, tetapi percayalah bahwa Tuhan pasti akan membantu membersihkan debu-debu yang berdatangan dalam kehidupan kita.

2. Bejana Allah (Yeremia 18:1-6)
Terkadang pada saat kita bertamu, kita melihat ada sebuah guci yang indah di ruang tamu or di ruang keluarga. Kita terkagum melihat keindahan guci tersebut, tetapi tidak pernah memikirkan bagaimana keadaannya sebelum guci tersebut terbentu, hanya seonggok tanah liat yang tidak berguna. Demikianlah kita di mata Tuhan. Kita hanya seonggok tanah liat yang tidak berguna pada saat kita menggunakan hidup kita untuk hal yang sia-sia. Tetapi pada saat kita mengijinkan Tuhan sebagai sang tukan periuk untuk membentuk kita, maka kita akan menjadi sebuah bejana yang indah dan berguna. Dan Tuhan sebagai pemilik bejana, pastilah Dia akan menjaga dan memelihara kita seperti jika kita memiliki guci yang sangat mahal harganya, pastilah kita akan selalu membersihkan dan menjaganya setiap hari.

3. DutaNya Allah (2Korintus 5:20)
Satu hal yang saya tertarik dari apa yang dikatan oleh pembicara di komsel adalah : jika kita diutus keluar negeri sebagai dutanya indonesia, tentulah pemerintah pasti akan memberikan fasilitas-fasilitas yang layak untuk kita sebagai dutanya, karena kita membawa nama negera Indonesia. Demikian juga dihadapan Tuhan, kita adalah dutanya Tuhan. Sudah pasti semua apa yang menjadi kebutuhan kita akan dicukupi dan dipenuhi oleh Tuhan.
Ternyata saya ini berharga di mata Tuhan, jika dilihat dari apa yang saya tuliskan diatas. Di sinilah kesalahan orang-orang Kristen pada umumnya. Saya sangat tertarik dengan tulisan Jed, yang mengatakan bahwa Jesus is Trouble Maker and siapapun yang mengikuti Yesus pasti akan menghadapi masalah. Orang-orang Kristen pada umumnya hanya mau melihat kepada berkat-berkat, janji-janji Tuhan bahwa Dia akan selalu menjaganya seperti biji mataNya, Dia akan selalu menjadikan kita sebagai sebuah guci/bejana yang indah yang akan selalu dipelihara, atau Dia akan selalu mencukupkan semua kebutuhan kita, bahkan mungkin lebih dari yang kita butuhkan karena kita adalah duta-dutanya Allah.

Saya belajar banyak bahwa terkadang justru sebagai orang Kristen kita harus berkorban untuk menjadi biji mataNya, bejanaNya bahkan duta-dutaNya. Coba mari kita lihat :

1.Sebagai biji mataNya, yang selalu didatangi oleh debu-debu kehidupan. Terkadang kita harus menunggu waktu yang tepat sebelum Tuhan datang membantu untuk membersihkan debu-debu yang masuk. Kita semua tentu pernah mengalami betapa menggangunya jika ada debu yang masuk ke dalam mata kita, dan tidaklah mudah untuk mengeluarkannya.

 

2.Sebagai bejanaNya, terkadang kita lupa bahwa sebelum menjadi sebuah bejana/guci yang cantik, kita harus melalui suatu proses yang panjang. Proses pembentukan, proses pembakaran, proses pengeringan, proses pengecatan dan lain sebagainya. Dan setiap proses-proses tersebut bukanlah suatu proses yang mudah. Kita akan mengalami suatu kesakitan, problema, dan permasalahan mungkin menurut kita sangat berat sebagai suatu proses untuk membentuk karakter kita, menjadi suatu karakter yang kuat dan indah di mata Tuhan.

3.Sebagai duta-dutaNya, kita juga memiliki suatu tugas berat. Tidaklah mungkin pemerintah suatu negara akan mengirimkan kita sebagai dutanya jika kita tidak berbuat sesuatu yang memiliki nilai lebih bagi negara, yang melayakkan kita menjadi duta bagi negara tersebut. Demikianlah kita sebagai dutaNya, kita memiliki sebuah tugas di pundak kita yang harus kita lakukan. Dan di sini banyak orang Kristen yang jatuh karena mereka merasa bahwa semua fasilitas yang diberikan oleh Tuhan adalah merupakan berkat baginya, tetapi melupakan bahwa dibalik semua itu masih ada tugas-tugas yang harus dilakukannya.

Jadi jika sekarang ini saya ditanya oleh orang lain, Who Am I ? (siapakah saya ?) Maka saya akan menjawab bahwa saya adalah orang yang telah diubahkan Tuhan melalui suatu proses dari sebuah manusia yang tidak berguna untuk menjadi biji mataNya, bejanaNya dan sekarang telah diutus Tuhan untuk menjadi dutaNya, dan oleh karena itulah saya menerima berkat-berkat dari Tuhan untuk mendukung setiap tugas yang harus saya lakukan.

Biarlah kita boleh belajar bahwa kita adalah orang-orang pilihan Tuhan untuk menerima berkatNya dan pada saat yang sama kita juga adalah orang-orang pilihan Tuhan untuk menjadi penyambung lidah dan duta-dutaNya Allah, dan menjadi pemenang karena telah diberikan kekuatan oleh Tuhan untuk bisa melewati semua debu-debu kehidupan yang selalu menggangu.

Amin

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • bodytext
  • del.icio.us
  • Furl
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Reddit
  • YahooMyWeb
  • Ma.gnolia
  • NewsVine

One Response

  1. Icha Says:

    nice, sister :D

    icha jadi merasa terberkati :D

    keep writing:D

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.